[Info] Update Fanfictions

Hai semua, udah lama ya aku ga update blog ini.

aku mau kasih tau nih, kalau sekarang aku ga update fanfiction lagi di blog ini. Paling nanti update cerita cerita sama tulisan tulisan lain, tapi bukan fanfiction.

Karena aku bakal update fanfiction di akun AFF sama fanfiction.net pribadi ku, sama ngirim beberapa fanfiction ke exofanfiction seperti biasa nya.

buat yang pingin baca ff ku, bisa klik :

AFF : amahani95 (buat fanfiction berbahasa inggris)

atau di fanfiction.net : amahani95 (buat fanfiction berbahasa indonesia, kalau kalian mau dapet update-an yang lebih awal dari exofanfiction) ^^

itu aja yang mau aku sampein, dadah. sampai ketemu di post selanjutnya >_<

Y Si Fuera Ella

Author : Ama Hani (@amahani95)

Cast :
-Park Chanyeol
-Park Minra

Note : ini FF terinspirasi dari salah satu judul lagu SHINee jonghyun yang berjudul sama. Author dapet ide jalan ff ini waktu lagi denger lagu itu jadi sekalian aja di jadiin judul ff nya XD dan sebener nya ini ff request dari teteh tercinta, teh mira.. yang juga jadi main cast di sini >_< maaf nunggu lama ya teh ‘-‘ soal nya ini pertama kali author buat ff dengan tema diary, jadi lama ngedit nya >_<

selamat membaca. and DON’T BE A SILENT READER 🙂

tolong Like ff ini kalau kamu mau di buat versi drama nya ^^b

—===—

(Senorita ver.)

Seoul, November 2013

 

Hari ini hujan deras sekali, dan aku tidak bisa menahan untuk tidak menulis. Walaupun aku tahu kau tidak akan membacanya karena aku tidak tahu kau sekarang berada dimana, tapi aku akan tetap menulis sampai selesai.

 

Hai Chanyeol.. Bagaimana kabarmu ? Aku harap kau baik baik saja. Tidak ada seharipun ku lewati tanpa bertanya tanya pertanyaan itu.

Apa kau sudah makan ? apa yang sedang kau lakukan ?

Kau dimana ?

Aku sangat merindukan mu, lebih dari yang kau tahu. Semua yang ada di sekitarku selalu mengingatkan ku kepada mu. Hujan diluar mengingatkan ku kepada setiap pelukan hangatmu yang dulu sering kau berikan.

Dan apa kau ingat kejadian itu, saat kita sedang pergi ke pantai tetapi malah hujan turun dengan sangat derasnya ? hihi, hujan yang sama seperti yang turun saat ini 🙂 saat itu kau mengajakku berteduh di depan sebuah ruko yang tutup.

Aku ingat bagaimana kau melepas jaket mu dan memakaikannya di tubuh ku, aku ingat bagaimana aroma badanmu saat kau mulai memeluk ku. Dan.. aku ingat bagaimana jantungku berdetak sangat kencang saat kau mencium bibirku, membuat darah di sekujur tubuhku mengalir dengan cepat dan membuat badan ku terasa hangat.

Aih, aku masih malu dan jantung ku masih berdetak dengan kencang jika mengingat kejadian itu >//<

Tapi sekarang, dimana kau ? apa kau dengan ajaibnya akan mengetuk pintu rumah ku saat ini, masuk, lalu memeluk ku ?

Rasa sakitnya masih terasa, rasa sakit di dadaku ketika mengingatmu. Rasa sakit ketika aku merindukanmu. Tapi dengan sangat jujur aku mengaku, aku menikmati rasa sakit itu. Dan aku akan tetap terus merindukan mu di sepanjang hidupku, walaupun itu akan membuat hatiku tercincang sampai mati.

Haha, aku mulai berlebihan.

Chanyeol, aku ingat bagaimana kau menyukai hujan. Kau bilang hujan itu adalah salah satu hal yang paling romantis di dunia ini.

“Langit mengirim cinta kepada bumi dengan hujan.”

Kata kata mu sangat manis. Aku merindukan suara mu, dan aku selalu menantikan saat saat dimana  kau akan memberitahuku kata kata manis dan romantis lainnya. Kata kata yang selalu membuatku tersenyum setiap kali aku mendengar dan mengingat nya.

Chanyeol, sakit nya terasa lebih sakit lagi sekarang.. bahkan mata ku mulai berair :’)

Aku rindu bagaimana kau selalu memegang kedua pipiku, menatapku dengan matamu yang besar dan bersih saat aku sedang bersedih, meyakinkan ku bahwa semuanya baik baik saja. Aku rindu bagaimana nyamannya bersandar di dadamu yang bidang, melepaskan semua kesedihan ku di dalam pelukanmu.

Aku juga rindu bagaimana dengan lembutnya kau mengelus kepala ku dengan tangan besarmu. Aku rindu menggengam tanganmu, dan aku ingat kalau kau sangat suka mengacak rambutku dengan tangan mu itu.

“genggaman tangan kecilmu memberikan kekuatan yang sangat besar untukku.”

Kata kata itu yang selalu ku ingat, membuatku ingin menggenggam tangan mu lagi saat ini dan tidak akan pernah ku lepaskan.

Jari jari tanganku terasa dingin tanpa jari jari tanganmu di setiap jeda ruang kosong nya.

Aku jadi ingat kau penah menyanyikan sebuah lagu untuk ku dengan gitar kesayangan mu  yang membuat muka ku memerah saat itu, “your hand fits in mine like it’s made just for me, but bear this in mind it was meant to be.”

Sejak saat itu, lagu itu menjadi salah satu lagu favorite ku, kau tahu ? Lagu yang selalu ada di play list ku. Sambil mendengar lagu itu.. sambil mengingat senyum mu. :’)

Chanyeol… aku sangat sangat merindukan mu 😥

Kalau aku bisa memutar waktu, aku ingin kembali pada saat kita pertama kali bertemu. Aku tidak bisa mengungkapkan dengan kata kata bagaimana bersyukurnya aku sudah menaiki bis yang sama dengan mu waktu itu.

Walaupun jujur saja aku agak takut ketika kau tiba tiba menghampiri ku dengan muka datar mu itu, menanyakan alamat rumah nenek mu dengan sangat dingin. Tapi kau terlihat sangat keren hari itu.

Dan bagaimana kaget nya aku saat kau meminta nomor handphone ku. lalu malam nya kita mulai chatting di kakaotalk. walaupun saat itu perasaan ku biasa biasa saja, tapi sekarang aku sangat bahagia mengingat itu, chanyeol.

rasa suka ku dan rasa sayang ku kepada mu bertambah perlahan tapi itu terus bertambah setiap hari nya.. sampai sekarang, sampai detik ini.

chanyeol, kau tidak tau bagaimana sakit nya aku melihat mu yang tiba tiba bersikap dingin kepada ku tepat pada saat kita akan merayakan anniversary ke dua tahun.

aku tidak tahu apa yang membuat mu benci kepada ku, tapi tolong maaf kan aku.. maaf kan aku..

walaupun sekarang ada yang lain yang bersama ku. tapi percaya lah, aku masih mencintai mu.

dan aku mohon kembalilah..

kau yang dulu selalu bilang pada ku untuk terus percaya keajaiban.

Saranghae Park Chanyeol, jeongmal..

 

===

(Senor ver.)

To : Park Minra
Seoul-si, Gangnam-gu, Apgujong-dong, 413-830, 521
Rep Of Korea

From : Park Chanyeol
Calle Beatriz de Suabia, 18
41005 Madrid
Spain

 

January, 2014

Annyeonghaseyo.

Kau pasti kaget saat menerima surat ini, dan aku berharap kau tidak langsung membuang nya saat tahu siapa pengirimnya. Kau ingat aku ?

Sudah hampir satu tahun kita berpisah, dan aku tahu kau sangat membenciku karena sudah meninggalkanmu. Kau pernah bilang tidak akan memaafkan aku jika aku meninggalkan mu, apa lagi mengingat kau sering sekali menangis ketika kita masih bersama.

Dengan datang nya surat ini, aku ingin meminta maaf kepadamu. Maaf atas segala nya, maaf atas semua yang telah ku perbuat kepadamu. Berani berani nya aku membuat air mata mu jatuh.

Selain itu, aku ingin memberitahu mu sesuatu.. bukan dimana aku berada. Kau pasti sudah tau dengan melihat alamat pengirim. Ya, aku sekarang berada di madrid, spanyol. Jangan menyusulku kemari, karena aku tidak tahu apa aku masih ada di dunia ini saat kau menyusul nanti.

Kau adalah salah satu orang ternekat yang pernah aku kenal, jadi aku katakan sekali lagi.. jangan menyusulku kemari. Dulu pun aku sengaja tidak memberi tahu mu kemana aku pergi, karena aku tahu kau akan menyusulku.

Awalnya aku ragu saat akan mengirim surat ini, tapi akhirnya ku kirim juga karena aku masih mencintaimu.

Minra, aku terkena penyakit kanker di hatiku, tumor ganas. Kau ingat sakit perutku waktu itu ? aku merahasiakan nya dari mu agar kau tidak khawatir. Yang kau tahu hanya aku terkena penyakit maag, itu saja kau sudah sangat ribut. Apa lagi jika ku beri tahu yang sebenar nya ?

Badan ku saat ini sangat berantakan, kau tidak boleh melihatnya karena mungkin kau jijik. Aku tidak mau menjelaskan seberapa buruk nya keadaan ku sekarang, karena aku tidak mau kau membayangkannya.

Besok lusa aku di oprasi, aku tidak tahu oprasi ini akan berhasil atau tidak. Tapi rasanya kelopak mata ku sudah lelah untuk terbuka. Aku ingin beristirahat, pengobatan selama ini sangat melelahkan.

Gadis bermuka merah, haha aku rindu memanggilmu dengan sebutan itu. Terimakasih sudah membuat hidupku lebih indah, kau harus tahu kalau sesungguhnya di dunia ini ada seseorang yang benar benar mencintaimu, aku.

Sejak hari pertama kita bertemu, aku belum sempat memberi tahu mu tentang ini.. aku jatuh cinta kepadamu pada pandangan pertama, kau adalah cinta pertamaku dan tentu saja cinta terakhirku.

Aku masih ingat bagaimana susahnya mencuri curi pandang di tengah penuh nya bis, bagaimana hatiku sangat senang saat kita turun di halte yang sama. Dan bagaimana gugupnya aku saat bertanya alamat rumah baru nenek ku kepadamu. Aku salah tingkah waktu itu haha.

Takdir tidak pernah salah, cinta juga tidak pernah salah. Aku sangat bersyukur karena ternyata takdirku jatuh kepadamu, seorang wanita dengan senyum yang sangat cantik. Dan aku tidak tahu apa jadinya bila bukan kau yang di takdirkan untuk ku waktu itu, mungkin aku tidak akan pernah jatuh cinta, dan merasakan apa itu cinta.

Senyum pertama mu kepada ku langsung memantapkan hati ku bahwa kau lah orang nya. dan aku tau kalau aku sudah jatuh cinta pada mu saat itu juga. dan rasa nya masih sama, aku masih mencintai mu sampai sekarang.

aku tahu aku bodoh karena meninggalkan mu begitu saja, tapi aku melakukan itu karena aku mencintai mu. aku yang berpura pura menjadi tak peduli kepada mu saat itu, itu sangat membuatku tersiksa sebenar nya.

aku tahu kau pasti jadi sangat membenci ku yang tiba tiba berubah. tapi itu lebih baik kau membenci ku, lalu aku pergi. dari pada aku pergi saat kau mencintai ku.

dan, apa kabar kau dengan baekhyun ? aku menyuruh nya untuk menjaga mu. karena aku tahu dia menyukai mu, jadi pasti dia menjaga mu dengan baik.

semoga kau selalu bahagia park minra, yang aku ingin hanya kau memaafkan ku..

mianhae.. saranghae..

 

tertanda,
Park Chanyeol.

Fangirl (Chapter 3)

Author : Ama Hani

Cast :
Main Cast:
-Kim Jongin a.k.a Kai EXO-K (as himself)
-Oh Sehun EXO EXO-K (as himself)
-Nam Hani (Female OC)
-Jo Kyusan (Female OC)

Other Cast :
-Member EXO-K
-Member EXO-M
-Manager EXO-K/M
-Dll

Genre : Romance

Note : FF ini juga di publish di blog nya @EXOfanfic_ID, no plagiat.. and don’t be a silent reader.. your comments mean the world for me XD

oh ya readers, aku mau kasih tau kalau FF yang aku post disini udah aku perbaiki di beberapa bagian yang typo.. tapi 99,9% masih sama isi nya sama yang di publish di exo fanfic ID ko 🙂

enjoy ~

Fakta unik tentang FF ini :

Mungkin ini ga penting ya, tapi aku mau kasih tau kalian sesuatu..

  1. Kai. FF ini aku tulis sekitar bulan januari 2012 akhir, waktu itu masih masa masa MAMA. Awalnya aku pingin nulis FF yang agak nyerempet sama kaya keadaan sebenernya, makannya aku coba baca karakter masing masing tokoh dari video, foto & fanacc mereka. Dan salah satu adegan(?) di FF ini, yaitu dimana kai ‘ga mendukung’ fans yang bolos sekolah demi EXO krn sayang di chapter 1, beberapa bulan setelah chapter 1 di publish di exofanfiction adegan itu jadi kenyataan o_o aku sendiri kaget, waktu baca fanacc yang isi nya kai marah ke fans yang bolos sekolah. Padahal dulu waktu aku nulis adegan itu, aku bener bener CUMA NEBAK apa yang di rasakan kai terhadap fans yang seperti itu.
  2. Model MV. Waktu aku nulis FF ini, sama sekali belum ada tanda tanda EXO mau comeback, aku cuma ngebayangin aja gimana kalau mereka comeback, dan ternyata hampir setaun setelah chapter 2 di publish, EXO comeback dengan satu model MV cewek nya >_< Nam Hani – Yoon Sohee itu benar benar apa yang aku bayangkan.

Mungkin ini cuma suatu kebetulan belaka, karena aku sama sekali ga bisa meramalkan masa depan(?) just for fun aja 😀 jadi mulai sekarang kalian bisa bayangin kalau Nam Hani itu Yoon Sohee ya.. kekeke ^^ HAPPY READING YEOROBUN \(^_^;;)/

** Last Chapter

Aku mendengar suara dari arah kamarmandi pria.

Benar Saja, tiba tiba pintu kamar mandi pria tebuka.

“Kyaaaa…” Aku berteriak sambil menutup mata dan memalingkan muka.

Ituu… itu… ituu…
Kai Oppa dengan penampilan toplessnya.

—————–***————

-Kai POV-

“apa kau akan terus berdiri disana ? member lain juga segera keluar dari kamar mandi. Apa kau ingin melihat bagaimana kami terlihat setelah mandi ? atau memang kau ingin melihat kami mandi ?”

aku sangat terkejut saat keluar dari kamar mandi dan berpapasan dengan yeoja ini, hampir saja aku menabraknya tadi.

“anniyo oppa ! aku bukan wanita yang seperti itu,” dia lalu berlari masuk ke kamar mandi wanita dengan wajah yang terus di tutupi setelah aku menyerangnya dengan pertanyaan pertanyaan ketus barusan.

Bukan bermaksud galak atau dingin, aku hanya kaget dan.. malu.

Tidak banyak orang yang sudah melihat penampilanku setelah mandi, tanpa make up dan bertelanjang dada.  Bertelanjang dada setelah mandi memang kebiasaanku untuk mengangin anginkan badan, apa lagi sekarang handuk yang dibawakan oleh manager hyung adalah handuk kecil, badanku jadi masih sedikit basah dan lembab.

Tetapi kalau tau akan ada seorang yeoja di depan kamar mandi, aku mungkin tidak akan bertelanjang dada keluar kamar mandi, atau mungkin aku akan lebih lama di dalam kamar mandi.

Bagaimanapun juga, tetap saja aku merasa malu dengan kejadian tadi. Aku harap yeoja itu tidak menceritakanya kepada siapa pun.

Sedetik kemudian mataku tertuju kepada sebuah benda yang tergeletak tak jauh dari kaki ku, apa itu ? aku meraihnya, sebuah jepit rambut. Apa ini milik yeoja tadi ?

“Jongin-ah,” suara D.O hyung memecah lamunanku. “aku kira kau sudah pergi ke ruang latihan.”

“hm ?” aku memasukan jepit rambut itu ke dalam saku celanaku, mungkin harus ku kembalikan kepada pemiliknya.

“aku menunggumu hyung,” lanjut ku kemudian mencari alasan.

D.O hyung tersenyum dan merangkul pundakku, “kalau begitu ayo kita ke ruang latihan.”

-Kyusan POV-

Aku memang ingin bertemu dengan member EXO-K lainnya, apa lagi sehun oppa. Tetapi tidak begini ya tuhan. Jatungku hampir saja keluar tadi saat bertemu dengan kai oppa.

Aku berusaha mengembalikan semua kesadaranku untuk melanjutkan stalking EXO-K dan EXO-M yang kabarnya akan segera tiba di korea. Aku menepuk nepuk pipiku di depan cermin kamar mandi sambil memulihkan laju jantung & nafasku.

Tapi lalu aku menyadari sesuatu yang hilang. Ya ampun, dimana jepit rambut ku ? apa aku menjatuhkannya ?

-Author POV-

Kyusan sangat panik mengetahui jepit rambutnya hilang, lebih panik dari pada mengetahui bahwa EXO-M sedang di perjalanan menuju SM building.

Setelah mengintip dari balik pintu kamar mandi dan memastikan bahwa semua member EXO-K telah pergi, kyusan segera keluar untuk mencari jepit rambutnya. Di tempat saat dia berpapasan dengan Kai, tidak ada.

“kenapa tidak ada ? aku yakin masih memakainya saat di perjalanan kemari,” bisik kyusan gelisah kepada dirinya sendiri.

“apa aku menjatuhkan nya saat sedang berlari di jalan ?”

“anniyo, aku masih memakainya tadi sampai hilang kesadaran saat melihat kai oppa yang topless.”

“tapi mungkin aku harus coba mencarinya di jalan.”

“aish, ini berarti semua salah kai oppa.”

Kyusan mulai berbicara dan bercakap cakap sendiri sambil terus mencari jepit rambutnya.

Keinginan  kyusan datang ke SM building untuk melihat EXO-M sudah hilang. Dia menyusuri jalanan yang tadi ia lewati untuk sampai ke SM building, mencari jepit rambut nya, tapi tetap saja dia tidak bisa menemukannya.

***

Sudah jam 3 dini hari saat Hani baru saja akan benar benar terlelap. Tiba tiba kyusan dengan suara tinggi khasnya membuat hani terjaga kembali, “HANI-AAAAH !”

“astaga Jo kyusan, ada apa dengan mu ?” dengan sedikit kesal dan setengah sadar hani mendudukan tubuh nya di kasur.

Hani baru benar benar sadar ketika melihat mata kyusan yang duduk di depannya berkaca kaca, “kyusan-ah, apa yang terjadi ?”

“aku menghilangkan jepit rambutku. Hani-aah, eottokhe ?” kyusan mulai terisak.

***

Hani tidak tega melihat wajah murung kyusan, dia sudah di depan meja riasnya sejak hani masuk kamar mandi untuk mandi dan masih di posisi yang sama saat hani keluar kamar mandi. Sekeras apapun hani meyakinkan kyusan bahwa dia tidak marah karena kyusan menglihangkan jepit rambut itu, kyusan tetap saja merasa tidak enak karena kyusan sendiri yang berjanji kepada hani untuk selalu menjaga jepit rambut tanda persahabatan mereka.

Hani membuka sebuah kotak, semua barang berharga miliknya dia taruh di dalam kotak kayu itu termasuk jepit rambut miliknya yang sepasang dengan jepit rambut milik kyusan yang sekarang hilang.

“kyusan-ah, kau boleh memakai jepit rambutku dulu hari ini. Kalau nanti kau sudah menemukan jepit rambutmu, baru kau kembalikan kepadaku,” hani memberikan jepit rambut itu.

Kyusan menolaknya dengan lembut, “anniyo, kau pakai saja jepit rambut ini. bukan kah hari ini kau akan bertemu dengan presiden lee ? kau harus terlihat cantik di depannya.”

Kyusan lalu memakaikan jepit rambut itu di kepala hani, “milikku akan ku cari lagi nanti. Atau akan ku jadikan suami jika ada namja yang menemuka jepit rambutku hehehe.”

“mwo ? bagaimana jika satpam yang menemukan jepit rambut itu ? masih tetap akan kau jadikan suami ?” goda hani.

“ne ?” kyusan mengembungkan pipi menunjukan muka masamnya. Dia belum berfikir sampai situ, bagaimana kalau benar benar satpam atau seorang ahjushi yang menemukan jepit rambutnya. Atau mungkin yeoja yang menemukannya.

“hahaha, kalau begitu cepatlah mandi. Aku akan berangkat sekarang,” hani meraih tas dan handphone nya.

“baiklah, hati hati di jalan.”

“ne, annyeong.” Kemudian hani berlalu meninggalkan kyusan.

-Kai POV-

Pintu kantor presiden lee akhirnya terbuka setelah aku dan ke-11 member EXO lainnya menunggu hampir setengah jam. Presiden lee dan seorang gadis yang sudah tidak asing lagi muncul di hadapan kami setelah itu, Nam Hani.

Hari ini dia terlihat lebih segar dan rapih dibandingkan ketika pertama kali aku bertemu dengannya di kamar mandi pria tempo hari.

Rambutnya di gerai, dan terlihat sangat bagus. Tidak seperti yang membekas di ingatanku selama ini, rambutnya di ikat, berantakan dan terlihat basah oleh keringat. Tunggu, apa dia memakai.. oh ? dia memakai jepit rambut yang sama dengan yang aku temukan tadi malam.

Apa itu berarti jepit rambut itu milik nam hani ? ah molla.

-Author POV-

“annyeonghaseyo, selamat pagi presiden lee,” semua member EXO menyapa orang yang sangat di hormati itu.

“ne ne,” sepertinya presiden lee memang selalu tampak bahagia, dia terus saja tersenyum. “managaer kim sudah memberi tau kalian bukan kalau nam hani ini akan menjadi model mv terbaru kalian ?”

“neee..” jawab member EXO serentak.

“silahkan perkenalkan dirimu, hani-ah,” presiden lee mempersilahkan nam hani untuk berbicara.

“annyeonghaseyo, nam hani imnida. Mannaseo bangapseumnida,” nam hani lalu memberi salam secara formal kepada member member EXO, dia membungkukan badannya.

Sehun yang tepat satu garis lurus berada di depan hani, tersenyum kepadanya. Hani membalas senyuman itu dengan malu malu.

Tentu adegan barusan tidak bisa luput dari pandangan yang lainnya karena hani sedang menjadi objek perhatian.
“aigoo sehun-ah..” baekhyun mulai menggoda sehun walaupun tidak terlalu keras karena sedang ada presiden lee disana.

Kai hanya memperhatikan mereka dalam diamnya yang memiliki banyak arti.

“malam ini, 12 EXO dan Nam Hani makan lah bersama. Setelah proses rekaman selasai, kita akan memulai shooting MV,”  kata presiden lee selanjutnya.

-Hani POV-

Wajah wajah bahagia terlihat jelas dari semua member EXO, tapi ekspresi kai sunbae tidak bisa aku tebak. Dia tersenyum tipis, sama seperti D.O sunbae dan Kris sunbae yang hanya tersenyum tipis, tetapi senyuman nya berbeda.

Melihat senyumnya yang tidak bisa ku artikan, mengingat kejadian saat pertama kali kita bertemu, dan membayangkan apa yang kyusan ceritakan semalam tentang bagaimana dia kehilangan jepit rambutnya -kai sunbae yang topless- sudah membuat mataku secara tidak sadar mencuri curi pandang untuk melihat wajah kai sunbae lagi dan lagi.

Benar, kai sunbae memang menarik.

-Sehun POV-

Setelah menyampaikan semua yang terlu di sampaikan, presiden lee membolehkan EXO dan hani untuk keluar, semua tampak senang.

“bagaimana kabar mu ?” aku memulai pembicaraan kepada hani saat kami sudah selangkah keluar dari kantor presiden lee.

Sebagai satu satu nya member yang pernah bertemu dengan hani sebelumnya, mungkin akan bagus jika aku membuat hani merasa nyaman berada di dekat kami ber-12. Tidak salah kan ? apa lagi dia akan menjadi model MV kami nanti.

“baik, sunbae sendiri apa kabar ?” hani tersenyum manis menjawab pertanyaanku.

“aigoo~” belum sempat aku menjawab pertanyaan dari hani, baekhyun dan chanyeol hyung sudah berisik menggoda kami.

“hyuung, berhentilah menggoda ku seperti itu. Aku dan hani hanya kenalan, betul kan ?” aku berusaha meminta pembelaan dari yang bersangkutan, hani mengangguk setuju.

-Author POV-

“kyusan-aaah~” hani menepuk pundak kyusan saat melihat kyusan sedang sibuk dengan barang barang di lokernya.

“oh, hani-ah.. bagaimana pertemuannya dengan presiden lee ?”

“semua berjalan dengan lancar, member member EXO juga sangat ramah.”

“waaaah benar kaah ? aigoo, kau sangat beruntung,” kyusan benar benar sangat iri sekarang.

“ne, sehun sunbae member EXO favorite mu terlihat sangat manis,” hani sedikit menggoda sahabatnya.

“aaaa tentu saja, sehun oppa memang selalu terlihat manis,” wajah kyusan memerah sedikit membayangkan kemanisan ‘oppa’nya itu.

“tapi kyusan-ah, kai sunbae terlihat sepertinya tidak menyukaiku atau semacam nya. Dia jarang sekali tersenyum.”

Wajah kyusan berubah seketika saat mendengar nama kai, “kai oppa memang seperti itu, dia sangat datar dan agak dingin. Kau ingat kan cerita ku tadi malam ? tapi dia sebenarnya adalah namja yang baik, kau tenang saja..” kyusan menepuk bahu hani.

“arraseo.. maukah nanti kau memberi tau lebih banyak tentang EXO ?” pinta hani.

“eung ? apa kau sekarang juga menjadi fangirl EXO ? kekeke” kyusan yang sekarang menggoda hani.

“anniyo, aku hanya ingin tau karena aku akan terlibat dengan meraka nanti,” hani mencari alasan.

“oke, tidak masalah. Lalu, sekarang kemana EXO oppa pergi ?”

“mungkin mereka sekarang sudah meninggalkan gedung SM. Bukan kah jadwal mereka padat ? tapi nanti malam aku dan EXO sunbae akan bertemu lagi untuk makan malam.”

“oh ? jinjjayo ? hani-aaaah, biarkan aku ikut dengan mu,” kyusan menarik narik lengan baju hani seperti anak kecil yang sedang minta dibelikan permen oleh ibunya.

Hani mengutuki dirinya yang keceplosan memberi tau kyusan tentang makan malam itu, “tentu tidak bisa kyusan-ah, ini adalah acaranya yang dibuat oleh presiden lee sendiri. Maafkan aku.”

Wajah kyusan seketika berubah menjadi layu.

“baiklah akan ku beri tau dimana nanti kami akan makan malam bersama. Tapi tetap aku tidak bisa mengajak mu masuk,” hibur hani kemudian.

“kyaaa baiklah tidak apa, yang penting aku bisa melihat member member EXO. Nanti aku akan menunggu saja di depan restaurant hehe.”

Hani lega melihat senyuman kembali menghiasi wajah sahabatnya, “lalu bagaimana dengan jepit rambut mu itu ?”

“aku belum menemukannya. Sudah ku tanyakan kepada ahjussi satpam dan office boy, tetapi mereka tidak melihat jepit rambut itu.”

“hm ? kau benar benar menanyakan nya kepada mereka ?” hani melotot mendengar penuturan kyusan.

“tentu saja, apa kau bisa bayangkan bagaimana jadinya bila nanti aku menikah dengan seorang ahjusi ?”

“menikah ? hahahaha,” hani tertawa geli. “jadi kau serius ya, akan menjadikan suami bagi namja yang menemukan jepit rambut itu ?”

“yaaaa ! nam hani ! berhentilah tertawa ! apa aku terlihat sedang bercanda ?”

“anniyo kekeke kau sangat berlebihan, kyusan. Berdo’a saja semoga pria tampan yang menemukan jepit rambut itu,” hani hanya menggeleng gelengkan kepala atas sifat kyusan yang tidak berubah sejak dulu, drama queen.

“sudahlah, sebentar lagi kelas dance akan dimulai, ayo cepat.” Kyusan menutup lokernya.

Hani melepas jepit rambutnya, “ini, pakai lah ini dulu. aku tau kau sangat menyukai jepit rambut itu, lagi pula aku sudah selesai bertemu dengan presiden lee.”

Kyusan tersenyum seraya menerima jepit rambut itu, “kau adalah sahabat terbaikku hani-ah.”

Mereka lalu pergi meninggalkan kamar mandi wanita menuju ruang latihan dance setelah kyusan menyematkan jepit rambut itu di kepalanya dengan sangat manis.

***

-Kai POV-

Van terasa sangat sepi karena member lain sudah terlelap. Ini memang baru jam 8 malam, tapi aktifitas seharian membuat kami kehabisan tenaga. Dan begini lah cara kami beristirahat, tidur di perjalanan. Hanya beberapa orang yang masih terjaga, aku, D.O hyung, sehun, dan lay hyung yang sibuk dengan iPod nya.

Sebentar lagi kami akan sampai di restaurant tempat  makan malam dan kembali bertemu dengan nam hani, jadi mungkin sebaiknya aku tetap terjaga karena sangat tidak enak tidur hanya beberapa menit saja.

Aku mengeluarkan jepit rambut itu dari saku celanaku, ku main mainkan pitanya sambil mengingat ingat lagi wajah nam hani tadi pagi. Entah apa yang sebenar nya sekarang aku pikirkan atau bahkan aku rasakan.

“jongin-ah, apa itu jepit rambut milik nam hani ?” suara sehun membuyarkan lamunan ku.

“hm ? dari mana kau tau ini milik nam hani ?”

“tentu saja aku tau, bukan kah itu yang tadi pagi dia pakai di rambut nya ?”

“haha bagaimana bisa kau mengingatnya ? seperti nya kau begitu memperhatikan nam hani.”

“apa yang sebener nya kau bicara kan ?” air muka sehun kini terlihat serius.

“anniyo, bukan apa apa. Aku menemukan ini di wc, mungkin benar ini milik nam hani.” aku memberikan jepit rambut itu kepada sehun, “tolong kau kembalikan jepit rambut ini kepada nya kalau begitu.”

Tanpa berfikir panjang, sehun menerima jepit rambut itu dan memasukan nya ke dalam kantong sweaternya. Oh Sehun, kau menyukai nam hani. Sudah terlihat jelas.

Aku memalingkan pandangan keluar jedela van, mood ku benar benar hancur sekarang.

***

“kai, jika kau keluar sekarang dan terlihat oleh paparazzi, pasti besok akan ada berita kalau kau sedang ada masalah dengan member lain,” manager hyung terus membujukku untuk bergabung dengan yang lainnya.

“anniyo hyung, sebisa mungkin aku akan keluar restaurant tanpa terlihat oleh paparazi. Aku benar benar tidak enak badan sekarang,” aku tidak mau manager hyung tau bahwa alasan ku ingin pulang adalah karena mood ku yang sedang hancur.

Sudah bisa ku bayangkan bagaimana nanti yang lainnya menggoda sehun dan nam hani, itu sangat membuatku tidak nyaman.

Nam hani sangat tidak berterima kasih kepada siapa yang telah memilihnya, bukan kah ini sebuah lompatan besar untuk karir nya ?

“baiklah kalau begitu, hati hati di jalan,” manager hyung akhir nya membolehkan ku untuk pergi.

“ne hyung.”

-Hani POV-

Aku tidak melihat kai oppa di dalam, maka dari itu setelah menyapa semua member EXO beserta manager nya, aku memilih untuk menyindiri di balkon restaurant sembari menikmati pemandangan langit malam kota seoul. Ah, sudah lama aku tidak menikmati waktu luang seperti ini.

“Hani-ah ?”

Spontan aku melihat ke arah sumber suara, “oh, sehun sunbae.” Aku membungkuk sedikit menunjukan rasa hormatku.

“kenapa kau tidak masuk ? sudah kenyang ?”

“kekeke ne, sudah kenyang.”

“angin nya sangat sejuk disini,” sehun sunbae kembali berbasa basi. Aku hanya mengangguk menyutujui nya.

Selanjutnya, dia mengeluarkan sesuatu dari saku nya, “apa jepit rambut ini milik mu ?”

Aku agak terkejut melihat jepit rambut itu berada di tangan nya, “oh ? bagaimana ini bisa ada pada sunbae ?”

Sehun sunbae memberikan jepit rambut itu kepadaku, kyusan pasti sangat senang jepit rambut nya sudah di temukan dan ternyata yang menemukannya adalah sehun sunbae, “terimakasih sunbae.. terimakasih banyak..”

“tidak perlu berterima kasih, memang seharusnya aku mengembalikan itu kepada pemiliknya.”

“sebenar nya ini bukan milik ku, ini milik sahabat ku kyusan. Dia sangat sedih karena kehilangan jepit rambut ini. kami membelinya sepasang sebagai tanda persahabat kami hehe.”

“oh begitu..” sehun sunbae mengangguk angguk mengerti.

“aku akan memberikan ini kepada nya nanti. Dia pasti sangat senang, terimakasih sunbae..”

“ne,” sehun sunbae tersenyum lagi.

Detik selanjutnya adalah detik yang hening di antara kami berdua sampai aku mengingat sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada sehun sunbae.

“sunbae, aku juga ingin berterimakasih karena sunbae telah memilihku untuk menjadi model MV EXO. Itu sangat berarti untuk ku.”

Namun reaksi sehun sunbae sungguh di luar dugaan ku, “ne ?” dia terlihat bingung. “memilih mu ?”

-Sehun POV-

“ne, aku di beri tahu pelatihku bahwa salah satu member EXO sendiri yang memilihku untuk menjadi model MV ini.”

“jinjjayo ? tapi bukan aku yang memilihmu.”

Salah satu dari kami yang memilih hani untuk menjadi model MV ? siapa ?

“benarkah ? aku kira sehun sunbae yang memilihku,” hani juga terlihat bingung dan bergelut dengan fikiran nya sendiri.

Ada apa ini sebenar nya ?

“apa kau sudah pernah bertemu dengan member EXO lain selain aku ?” tanya ku kemudian.

“ne, kai sunbae. Aku sudah pernah bertemu dengannya sebelum aku terpilih untuk menjadi model MV kalian.”

Kai ? kim jongin ! jadi ternyata aku bukan satu satunya yang pernah bertemu dengan nam hani ? apa dia yang memilih hani sebagai model MV kami ? tapi mengapa dia hanya diam ?

Petanyaan demi pertanyaan lalu muncul di benakku.

“sunbae ?” suara hani menyadarkanku. “apa kai sunbae yang telah memilihku ?”

“aku tidak tau,” jawab ku datar.

“tapi tidak mungkin, karena pertemuan kami waktu itu tidak sampai satu menit.”

Kai, kemana anak itu sekarang ?

-Kyusan POV-

“OMO !” seorang namja bertubuh tinggi menabrakku, membuatku berteriak.

Lagi lagi acara stalking EXO ku terganggu, gara gara dia yang sangat terburu buru berjalan keluar meninggalkan restaurant.

Aku terjatuh ke semak semak pagar restaurant. Aish, sial.

“apa kau tidak punya mata ? mengapa jalan dengan kepala menunduk seperti itu ?” aku mendampratnya.

Tapi seketika aku membelalakan mataku saat tau siapa sebenarnya namja itu. Kai oppa !

“kenapa kau selalu berteriak setiap kali bertemu dengan ku hah ? dan kenapa kau lagi yang ada di depan pintu ?”

“o-oppa..” dengan susah payah aku mengeluarkan suaraku, “a-aku.. fans EXO.”

Tiba tiba seorang pria di sebrang jalan menghujani kami dengan cahaya blitz.

“astaga, itu paparazzi..” kai oppa menarik tanganku berlari ke jalan kecil belakang restaurant.

Sekilas ku lihat pria yang di maksud paparazzi tadi berlari juga mengajar kami, kai oppa terus menarikku ke jalan buntu yang gelap. Kami bersembunyi di balik kayu kayu bekas.

“oppa mengapa kau menarikku ke sini ?” aku benar benar ketakutan sekarang, meski tidak jelas mana yang lebih aku takutkan, gelapnya jalan atau situasi di antara kai oppa dan paparazzi.

“sstt diam,” Perintahnya.

“apa paparazzi tadi akan membuat karir mu hancur ?”

“diam.”

“oppa aku minta maaf, tapi biarkanlah aku pergi. Aku tidak ingin terlibat dalam hal hal yang seperti ini. aku janji tidak akan membuka mulut ku kepada paparazzi, aku akan–” kata kataku seketika terpotong saat kai oppa mencium bibirku. Tepat di bibirku.

Kyaaaaaa apa apaan ini ? kai oppa mencium ku !!

TO BE CONTINUED

KOMEN YA READERS.. Mohon masukan nya ^^

Fangirl (Chapter 2)

Author : Ama Hani (@_hello_hani)

Cast :
Main Cast :
– Kim Jongin a.k.a Kai EXO-K (as himself)
– Oh Sehun EXO-K (as himself)
– Nam Hani (Female OC)
– Jo Kyusan (Female OC)

Other Cast :
– member EXO-K
– member EXO-M
– manager EXO-K/M
– Dll

Genre : Romance

Note : FF ini juga di publish di Blog @EXOfanfic_ID. Say No to Plagiat ^^

 

**Last Chapter

 

Kai menatap layar laptop milik manager hyung lagi.

Nama : Nam Hani
Tempat, Tanggal lahir : Seoul, 05 november 1995
Tinggi : 163cm
Berat : 48Kg

Kai menatap foto milik Nam Hani lekat-lekat.. ‘Yeoja ini…’

————-***——-

-Hani POV-

Aku menutup mulutku yang menganga, bisa kurasakan tanganku bergetar. Mata ku rasanya sudah akan keluar saja. Jantungku berdetak tak karuan, kakiku lemas. Aku seperti kehilangan pijakan dan akan segera terbang.
Setelah mengumpulkan kesadaran, aku akhirnya mampu mengeluarkan kata-kata walaupun terbata-bata, “be..benarkah itu sonsaengnim ??”

Kim Sonsaengnim mengangguk, “Ne, salah satu member EXO sendiri yang memilih mu untuk menjadi model MV mereka.”

Ya tuhan.. ini bukan mimpi kan ??

“Kau harus bertemu dengan mereka besok, sebelum training di mulai. Datanglah jam 11 ke ruang presiden Lee.” Lanjut Kim Sonsaengnim.

“Algeusemnida sonsaengnim. Kamsahamnida, Kamsahamnida.” Aku membungkuk dengan penuh semangat.

Kim Sonsaengnim tersenyum, “ne, Selamat ya Nam Hani, Kau trainee baru di sini. Tetapi prestasi dan perkembanganmu sangat membanggakan. Kau boleh pergi.”

“Kamsahamnida sonsaengnim.”
Aku membungkuk beberapa kali lagi, lalu berlari keluar dari ruangan Kim sonsaengnim.

Tadi aku kira aku melakukan kesalahan saat tiba-tiba Kim sonsaengnim memanggilku seselesainya kelas Dance. Tetapi ternyata…. Kyaaaaaaa…
Aku harus segera memberi tau kyusan.

Aku berlari menuju ruang ganti wanita, kyusan pasti mandi & berganti baju saat aku di panggil tadi.
Benar saja, kudapati kyusan sedang duduk di bangku depan locker nya sambil mengutak-atik smartphone miliknya. Dia sudah berganti baju, dan sudah mandi juga nampaknya, rambutnya setengah basah dan tampak segar.

“Kyusan-aaaa…”
Aku berteriak layaknya anak kecil. Padahal ini sama sekali bukan gayaku.

Antara aku dan kyusan, aku bagaikan ‘Oppa’ walaupun sebenarnya aku seorang yeoja tulen dan Kyusan adalah ‘Yeodongsaeng’nya.

Kyusan menoleh dan menatapku, “hani-ah.. ada apa ? mengapa kau begitu gembira dan bersemangat ?”

Aku duduk di sampingnya sambil terus menatapnya. Aku tidak tau bagaimana harus mengatakan ini.

“Yaaa! Singkirkan wajah menjijikan mu itu !! Kau menatapku sambil tersenyum-senyum seperti itu membuat ku lebih takut dari pada seorang ahjusi yang melakukannya tau !” Kyusan menyemprotku.

Tapi aku masih menatapnya sambil sesekali mengedipkan mataku.

“Ish..” Kyusan tampaknya sangat tidak suka atas perlakuan ku ini. Dia menampar mukaku.
Tidak serius ‘menampar’. Hanya mendorong pipiku kesamping sehingga aku tidak menatapnya lagi. Tapi aku berani bertaruh, pasti saat ini dia benar-benar ingin ‘menampar’ku. Hahahaha…

“Kyusan-aa… aku..”
Aku akhirnya membuka mulut, mulai memberi tau kyusan dengan terbata-bata, berusaha membuatnya penasaran.

“mwo ? kau kenapa ? apa karena Kim Sonsaengnim tadi ?”
Kyusan tidak menatapku, dia memasang jepit rambut di kepalanya.

Itu adalah kembaran jepit rambut yang kyusan berikan kepadaku. Dia membelinya sepasang saat kenaikan kelas.
Dia sering memakainya. Tetapi aku hampir tidak pernah pernah memakainya, hanya aku simpan di kotak penyimpanan barang-barang berhargaku.

“Ne..” jawabku.

“Ada apa ? Cepat ceritakan saja.” Sepertinya Kyusan sudah tidak sabar.

“Aku terpilih untuk menjadi model MV terbaru EXO.” Aku berusaha menahan ke-histerisan ku.

“Whoaahh.. Jinjja??” Kyusan terlihat tak kalah hebohnya.

Aku mengangguk kuat.

“Kyaaaa..” Kyusan memelukku. “Chukhahaeyo hani-ah.. wah, kau harus mentraktirku makan daging malam ini..”

“baiklah, malam ini kita makan di restaurant kesukaanmu, aku yang bayar.” Jawabku tanpa ragu.

Tiba-tiba aku mendapati seorang gadis sedang memperhatikan kami dari pojok jejeran locker. Saat kami bertemu pandang, gadis itu langsung membuang muka, lalu sibuk dengan lockernya.

“Hani-ah.. Cepat mandi dan ganti baju. Sebentar lagi kelas vocal akan dimulai.” Suara Kyusan menyadarkanku.

“eo, keurae. Kau pergilah duluan.” Sahutku.

“Baiklah.” Hani meraih tasnya lalu meninggalkanku.

Ruang ganti sudah sepi, hanya ada beberapa yeoja yang masih berdandan atau hanya sekedar mengobrol dan beristirahat.

Aku membuka Lockerku, mengambil t-shirt, hotpants dan jaket tipis abu-abu kesayanganku. Tidak lupa handuk dan peralatan mandi kilatku.

*

Ruang ganti Wanita benar-benar sudah kosong saat aku Keluar dari kamar mandi / Kamar Shower sebenarnya karena hanya ada 1 shower di setiapnya.

Pasti kelas Vocal sudah di mulai.
Dengan tergesa-gesa aku memasukan handuk dan peralatan mandiku kedalam lockerku, memasukan baju-baju kotor kedalam tas. Memakai BB cream di wajah dan cream tangan dengan cepat lalu segera melesat menuju kelas Vocal.

Aku terlambat. Han Sonsaengnim memarahiku di depan trainee-trainee lain tetapi entah mengapa aku tidak memberikan alasan apapun. Biasanya aku mempunyai sejuta alasan agar tidak di ceramahi agar segera ikut latihan jika terlambat. Wow, mood ku terjaga sangat baik setelah bertemu dengan Kim Sonsaengnim tadi. Aku bahkan mendengarkan ceramah Han Sonsaengnim dengan senang hati.

-Sehun POV-

Aku menyeruput bubble tea ku.
Sebenarnya ini sudah habis tetapi aku tetap menyeruputnya. Air dan Es yang tertinggal menimbulkan suara ‘Sluurrppp Sluurrrppp’ yang cukup keras.

Semua yang ada di ruang latihan dance, Ke-4 hyung ku dan Kai menatapku. Kekekeke.. lihat D.O hyung~ selalu dengan tatapan O_O khasnya.
Aku menyengir.

Tak lama, manager hyung masuk.

“Hyung mengapa lama sekali ? Kami sudah selesai latihan sedari tadi.” Chanyeol hyung langsung menyambut manager hyung dengan suara menggelegarnya.

Manager hyung menepuk-nepuk tangannya beberapa kali lalu mengibas-ngibaskan beberapa lembar kertas yang ia bawa.

“apa itu hyung ?” suho hyung angkat bicara.

Manager hyung duduk di lantai berbaur dengan kami berenam.
“Ini adalah Album pertama Kalian.” Manager hyung menepuk-nepuk dengan bangga kertas-kertas itu.

Sontak saja kami kaget.
Chanyeol hyung dan Baekhyun hyung Paling heboh. Mereka berteriak-teriak layaknya ahjuma yang mengetahui boyband favoritenya yang sudah 10 tahun vakum akan comeback.
Aku dan Suho hyung ada di level ke-hebohan dibawah chanyeol hyung dan baekhyun hyung.
D.O hyung dan kai terlihat sangat tenang, mereka hanya tersenyum-senyum.

“Oke.. oke.. sekarang dengarkan aku dulu..” manager hyung tampak berusaha menenangkan kami terlebih chanyeol hyung dan baekhyun hyung.

“aku dan presiden lee beserta staff lainnya sudah selesai membahas tentang album pertama kalian. Konsep MV, lagu dan segala macamnya.”

“Hyung ! apakah ini model MV kita ?” tiba-tiba chanyeol hyung memotong pembicaraan manager hyung.

Chanyeol hyung dan Baekhyun hyung yang tidak bisa diam itu menemukan sesuatu di antara kertas-kertas yang di bawa manager hyung. Sebuah Foto.

Manager hyung melihat sebentar benda yang di tunjuk Chanyeol hyung. “ne, dia model MV kalian.”

“hmm… lumayan lah… cantik, cantik..” Chanyeol hyung menilai tanpa diminta.

Aku memperhatikan foto yang ada di tangan chanyeol hyung itu. Eh ?

“aku mengenali yeoja ini.” Sahut ku.

“oh? Jinjja?” Baekhyun hyung paling cepat menanggapi pernyataanku di susul dengan pertanyaan ‘jinjja ?’ ‘jinjja ?’ dari chanyeol hyung  dan D.O hyung. Suho hyung, Kai dan manager hyung juga menatapku.

“Ne..” jawabku.

“aigoo.. sehun-aa… siapa dia ?? perkenalkan dia padaku oke ??” cada baekhyun hyung.

Aku tersenyum malu, “aniyoo.. dia bukan siapa-siapa..” jawabku.

“aigoo.. sehun-aa, muka mu memerah..” chanyeol hyung mulai meledekiku.

-Kai POV-

Oh ? ternyata sehun mengenali yeoja itu ?
siapa dia ? Yeoja itu tidak satu sekolah dengan kami.
Aku yakin itu. Jika dia satu sekolah denganku,pasti aku akan familiar dengan wajahnya saat bertemu di toilet waktu itu.
Ish..
bukannya aku cemburu. Aku hanya merasa…….. hei, aku lah yang memilih yeoja itu untuk menjadi model MV kita, seharusnya kalian yang meledekiku.

D.O hyung menatapku, aku merasakannya. Aku menaikan alisku, bermakna ‘apa ?’.
D.O hyung hanya tersenyum. Meledek ku ? aku memutar bola mataku.

Apa ini ? apa sekarang aku dan D.O hyung sudah bisa berkomunikasi tanpa menggunakan mulut atau bahasa sama sekali ??

“Hei.. tenang-tenang..” Manager hyung berusaha mengambil perhatian kami lagi. “Malam ini kalian tidak pulang ke dorm. Kalian akan menetap disini untuk latihan vocal. Besok EXO-M akan datang juga untuk ikut latihan.”

Suasana bertambah gaduh. Sehun terlihat sangat gembira. Luhan hyung, pasti.

Aku gembira, tetapi tidak perlu seheboh itu kan ?

“para trainee sudah pulang.. kalian bisa menggunakan kamar mandi sekarang. Mandilah, aku membawakan kalian baju. Lalu kalian latihan vocal dengan lagu baru, oke ?” manager hyung sudah berhasil mengendalikan kami sekarang.

Chanyeol hyung, Baekhyun hyung, Suho hyung, Sehun, dan D.O hyung langsung melesat pergi keluar ruang latihan dance.

Aku dengan kalemnya menyusul mereka sambil memainkan bibirku dengan telunjuk tangan kananku.

D.O hyung kembali ke ruang latihan, “ayo kai.”

Aku mengangguk.
Manager hyung merangkulku, “apa yeoja itu teman sekelas kau dan sehun ?”

“anniyo.” Jawab ku seperlunya.

“baiklah kalau begitu aku harus ke tempat parkir dulu, mengambil baju ganti kalian di van.” Manager hyung menepuk pundakku, lalu berlalu menuju tempat parkir

Aku, dan D.O hyung berjalan berdampingan menuju kamar mandi. SM buliding sudah sepi sekarang.

D.O hyung kembali memperlihatkan senyuman meledeknya itu. “Mwo hyung ?” kata ku sedikit agak keras.

“siapa sebenarnya dia kai ? kau begitu terlihat mantap saat memilihnya malam itu.” Tanyanya.

Lama lama aku kesal juga, “arrggh, hyung, dia bukan siapa-siapa. Aku hanya… hanya..”
aku tidak tau bagaimana cara menjelaskan ini.

Yeoja itu, yeoja yang terluka di toilet.
Saking kagetnya, aku malah berteriak dan mengusirnya. Tidak seharusnya aku melakukan itu. Semoga dengan aku memilihnya, ini akan membayar kesalahanku.

“hanya apa ?” D.O hyung bertanya lagi.

“sudahlah hyung, ayo mandi” aku menariknya memasuki kamar mandi.

-Kyusan POV-

Berita tentang EXO yang akan mengeluarkan album sudah tersebar kemana-kemana, padahal aku baru memberi tahu temanku sesama stalker sejam yang lalu.
Tapi fans EXO tidak segitu mudahnya percaya akan hal ini. Sekarang, aku yang dituduh sebagai penyebar rumor. Ish, terserah lah.

“Kyusan-a, kalau jalan lihat kedepan, simpan dulu Handphone mu.”

Suara Hani tidak aku pedulikan, aku terus mengamati Layar Handphone ku.

‘EXO-M kembali ke korea sore ini’
Sebuah Berita yang menyertakan beberapa foto EXO-M di bandara tiba tiba membuatku panik.

“Hani-ahh… Hani-ahh.. Kita makan dagingnya besok saja, oke ??” kata ku dengan panik.

Hani ikut panik, “ada apa ? kenapa begitu panik ?”

“aku harus segera ke SM buliding sekarang juga.”

“Apa ada yang tertinggal ?”

“bukan.. itu.. EXO-M.. EXO-M akan segera tiba di Korea, dan pasti mereka akan langsung ke kantor SM. Annyeong..” aku meninggalkan Hani begitu saja di Jalan sendirian. Tidak apa-apa, dia sudah besar.

*

Akhirnya sampai juga di gedung SM. Aku mengatur nafasku yang tersengal sengal setelah berlari lebih dari 200 meter tadi.
Masih banyak ABG yang berkumpul di depan gedung SM.

Aku membetulkan letak tas ku, lalu berjalan dengan tenang menuju Kantor SM.
Ku tunjukan ID card ku sebagai Trainee SM kepada penjaga, lalu baru bisa memasuki SM buliding.
Beberapa Gadis memperhatikan ku, tatapan mereka sungguh membuatku tidak nyaman, tetapi aku berusaha untuk bersikap biasa.

Hmm.. SM building sudah sepi.

Aku berjalan menuju ruang ganti wanita yang bersatu dengan kamar mandi wanita dan toilet wanita. Wajahku berkeringat setelah berlari tadi, aku akan mengambil beberapa kertas minyak dan tissue di lockerku.

Aku mendengar suara dari arah kamarmandi pria.

Benar saja, tiba-tiba pintu kamar mandi pria terbuka.

“Kyaaaa….” Aku berteriak sambil menutup mata dan memalingkan muka.

Ituu… itu… ituu…
Kai Oppa dengan penampilan toplessnya.

TO BE CONTINUED =)

Please Comment ^^