Fangirl (Chapter 3)

Author : Ama Hani

Cast :
Main Cast:
-Kim Jongin a.k.a Kai EXO-K (as himself)
-Oh Sehun EXO EXO-K (as himself)
-Nam Hani (Female OC)
-Jo Kyusan (Female OC)

Other Cast :
-Member EXO-K
-Member EXO-M
-Manager EXO-K/M
-Dll

Genre : Romance

Note : FF ini juga di publish di blog nya @EXOfanfic_ID, no plagiat.. and don’t be a silent reader.. your comments mean the world for me XD

oh ya readers, aku mau kasih tau kalau FF yang aku post disini udah aku perbaiki di beberapa bagian yang typo.. tapi 99,9% masih sama isi nya sama yang di publish di exo fanfic ID ko 🙂

enjoy ~

Fakta unik tentang FF ini :

Mungkin ini ga penting ya, tapi aku mau kasih tau kalian sesuatu..

  1. Kai. FF ini aku tulis sekitar bulan januari 2012 akhir, waktu itu masih masa masa MAMA. Awalnya aku pingin nulis FF yang agak nyerempet sama kaya keadaan sebenernya, makannya aku coba baca karakter masing masing tokoh dari video, foto & fanacc mereka. Dan salah satu adegan(?) di FF ini, yaitu dimana kai ‘ga mendukung’ fans yang bolos sekolah demi EXO krn sayang di chapter 1, beberapa bulan setelah chapter 1 di publish di exofanfiction adegan itu jadi kenyataan o_o aku sendiri kaget, waktu baca fanacc yang isi nya kai marah ke fans yang bolos sekolah. Padahal dulu waktu aku nulis adegan itu, aku bener bener CUMA NEBAK apa yang di rasakan kai terhadap fans yang seperti itu.
  2. Model MV. Waktu aku nulis FF ini, sama sekali belum ada tanda tanda EXO mau comeback, aku cuma ngebayangin aja gimana kalau mereka comeback, dan ternyata hampir setaun setelah chapter 2 di publish, EXO comeback dengan satu model MV cewek nya >_< Nam Hani – Yoon Sohee itu benar benar apa yang aku bayangkan.

Mungkin ini cuma suatu kebetulan belaka, karena aku sama sekali ga bisa meramalkan masa depan(?) just for fun aja 😀 jadi mulai sekarang kalian bisa bayangin kalau Nam Hani itu Yoon Sohee ya.. kekeke ^^ HAPPY READING YEOROBUN \(^_^;;)/

** Last Chapter

Aku mendengar suara dari arah kamarmandi pria.

Benar Saja, tiba tiba pintu kamar mandi pria tebuka.

“Kyaaaa…” Aku berteriak sambil menutup mata dan memalingkan muka.

Ituu… itu… ituu…
Kai Oppa dengan penampilan toplessnya.

—————–***————

-Kai POV-

“apa kau akan terus berdiri disana ? member lain juga segera keluar dari kamar mandi. Apa kau ingin melihat bagaimana kami terlihat setelah mandi ? atau memang kau ingin melihat kami mandi ?”

aku sangat terkejut saat keluar dari kamar mandi dan berpapasan dengan yeoja ini, hampir saja aku menabraknya tadi.

“anniyo oppa ! aku bukan wanita yang seperti itu,” dia lalu berlari masuk ke kamar mandi wanita dengan wajah yang terus di tutupi setelah aku menyerangnya dengan pertanyaan pertanyaan ketus barusan.

Bukan bermaksud galak atau dingin, aku hanya kaget dan.. malu.

Tidak banyak orang yang sudah melihat penampilanku setelah mandi, tanpa make up dan bertelanjang dada.  Bertelanjang dada setelah mandi memang kebiasaanku untuk mengangin anginkan badan, apa lagi sekarang handuk yang dibawakan oleh manager hyung adalah handuk kecil, badanku jadi masih sedikit basah dan lembab.

Tetapi kalau tau akan ada seorang yeoja di depan kamar mandi, aku mungkin tidak akan bertelanjang dada keluar kamar mandi, atau mungkin aku akan lebih lama di dalam kamar mandi.

Bagaimanapun juga, tetap saja aku merasa malu dengan kejadian tadi. Aku harap yeoja itu tidak menceritakanya kepada siapa pun.

Sedetik kemudian mataku tertuju kepada sebuah benda yang tergeletak tak jauh dari kaki ku, apa itu ? aku meraihnya, sebuah jepit rambut. Apa ini milik yeoja tadi ?

“Jongin-ah,” suara D.O hyung memecah lamunanku. “aku kira kau sudah pergi ke ruang latihan.”

“hm ?” aku memasukan jepit rambut itu ke dalam saku celanaku, mungkin harus ku kembalikan kepada pemiliknya.

“aku menunggumu hyung,” lanjut ku kemudian mencari alasan.

D.O hyung tersenyum dan merangkul pundakku, “kalau begitu ayo kita ke ruang latihan.”

-Kyusan POV-

Aku memang ingin bertemu dengan member EXO-K lainnya, apa lagi sehun oppa. Tetapi tidak begini ya tuhan. Jatungku hampir saja keluar tadi saat bertemu dengan kai oppa.

Aku berusaha mengembalikan semua kesadaranku untuk melanjutkan stalking EXO-K dan EXO-M yang kabarnya akan segera tiba di korea. Aku menepuk nepuk pipiku di depan cermin kamar mandi sambil memulihkan laju jantung & nafasku.

Tapi lalu aku menyadari sesuatu yang hilang. Ya ampun, dimana jepit rambut ku ? apa aku menjatuhkannya ?

-Author POV-

Kyusan sangat panik mengetahui jepit rambutnya hilang, lebih panik dari pada mengetahui bahwa EXO-M sedang di perjalanan menuju SM building.

Setelah mengintip dari balik pintu kamar mandi dan memastikan bahwa semua member EXO-K telah pergi, kyusan segera keluar untuk mencari jepit rambutnya. Di tempat saat dia berpapasan dengan Kai, tidak ada.

“kenapa tidak ada ? aku yakin masih memakainya saat di perjalanan kemari,” bisik kyusan gelisah kepada dirinya sendiri.

“apa aku menjatuhkan nya saat sedang berlari di jalan ?”

“anniyo, aku masih memakainya tadi sampai hilang kesadaran saat melihat kai oppa yang topless.”

“tapi mungkin aku harus coba mencarinya di jalan.”

“aish, ini berarti semua salah kai oppa.”

Kyusan mulai berbicara dan bercakap cakap sendiri sambil terus mencari jepit rambutnya.

Keinginan  kyusan datang ke SM building untuk melihat EXO-M sudah hilang. Dia menyusuri jalanan yang tadi ia lewati untuk sampai ke SM building, mencari jepit rambut nya, tapi tetap saja dia tidak bisa menemukannya.

***

Sudah jam 3 dini hari saat Hani baru saja akan benar benar terlelap. Tiba tiba kyusan dengan suara tinggi khasnya membuat hani terjaga kembali, “HANI-AAAAH !”

“astaga Jo kyusan, ada apa dengan mu ?” dengan sedikit kesal dan setengah sadar hani mendudukan tubuh nya di kasur.

Hani baru benar benar sadar ketika melihat mata kyusan yang duduk di depannya berkaca kaca, “kyusan-ah, apa yang terjadi ?”

“aku menghilangkan jepit rambutku. Hani-aah, eottokhe ?” kyusan mulai terisak.

***

Hani tidak tega melihat wajah murung kyusan, dia sudah di depan meja riasnya sejak hani masuk kamar mandi untuk mandi dan masih di posisi yang sama saat hani keluar kamar mandi. Sekeras apapun hani meyakinkan kyusan bahwa dia tidak marah karena kyusan menglihangkan jepit rambut itu, kyusan tetap saja merasa tidak enak karena kyusan sendiri yang berjanji kepada hani untuk selalu menjaga jepit rambut tanda persahabatan mereka.

Hani membuka sebuah kotak, semua barang berharga miliknya dia taruh di dalam kotak kayu itu termasuk jepit rambut miliknya yang sepasang dengan jepit rambut milik kyusan yang sekarang hilang.

“kyusan-ah, kau boleh memakai jepit rambutku dulu hari ini. Kalau nanti kau sudah menemukan jepit rambutmu, baru kau kembalikan kepadaku,” hani memberikan jepit rambut itu.

Kyusan menolaknya dengan lembut, “anniyo, kau pakai saja jepit rambut ini. bukan kah hari ini kau akan bertemu dengan presiden lee ? kau harus terlihat cantik di depannya.”

Kyusan lalu memakaikan jepit rambut itu di kepala hani, “milikku akan ku cari lagi nanti. Atau akan ku jadikan suami jika ada namja yang menemuka jepit rambutku hehehe.”

“mwo ? bagaimana jika satpam yang menemukan jepit rambut itu ? masih tetap akan kau jadikan suami ?” goda hani.

“ne ?” kyusan mengembungkan pipi menunjukan muka masamnya. Dia belum berfikir sampai situ, bagaimana kalau benar benar satpam atau seorang ahjushi yang menemukan jepit rambutnya. Atau mungkin yeoja yang menemukannya.

“hahaha, kalau begitu cepatlah mandi. Aku akan berangkat sekarang,” hani meraih tas dan handphone nya.

“baiklah, hati hati di jalan.”

“ne, annyeong.” Kemudian hani berlalu meninggalkan kyusan.

-Kai POV-

Pintu kantor presiden lee akhirnya terbuka setelah aku dan ke-11 member EXO lainnya menunggu hampir setengah jam. Presiden lee dan seorang gadis yang sudah tidak asing lagi muncul di hadapan kami setelah itu, Nam Hani.

Hari ini dia terlihat lebih segar dan rapih dibandingkan ketika pertama kali aku bertemu dengannya di kamar mandi pria tempo hari.

Rambutnya di gerai, dan terlihat sangat bagus. Tidak seperti yang membekas di ingatanku selama ini, rambutnya di ikat, berantakan dan terlihat basah oleh keringat. Tunggu, apa dia memakai.. oh ? dia memakai jepit rambut yang sama dengan yang aku temukan tadi malam.

Apa itu berarti jepit rambut itu milik nam hani ? ah molla.

-Author POV-

“annyeonghaseyo, selamat pagi presiden lee,” semua member EXO menyapa orang yang sangat di hormati itu.

“ne ne,” sepertinya presiden lee memang selalu tampak bahagia, dia terus saja tersenyum. “managaer kim sudah memberi tau kalian bukan kalau nam hani ini akan menjadi model mv terbaru kalian ?”

“neee..” jawab member EXO serentak.

“silahkan perkenalkan dirimu, hani-ah,” presiden lee mempersilahkan nam hani untuk berbicara.

“annyeonghaseyo, nam hani imnida. Mannaseo bangapseumnida,” nam hani lalu memberi salam secara formal kepada member member EXO, dia membungkukan badannya.

Sehun yang tepat satu garis lurus berada di depan hani, tersenyum kepadanya. Hani membalas senyuman itu dengan malu malu.

Tentu adegan barusan tidak bisa luput dari pandangan yang lainnya karena hani sedang menjadi objek perhatian.
“aigoo sehun-ah..” baekhyun mulai menggoda sehun walaupun tidak terlalu keras karena sedang ada presiden lee disana.

Kai hanya memperhatikan mereka dalam diamnya yang memiliki banyak arti.

“malam ini, 12 EXO dan Nam Hani makan lah bersama. Setelah proses rekaman selasai, kita akan memulai shooting MV,”  kata presiden lee selanjutnya.

-Hani POV-

Wajah wajah bahagia terlihat jelas dari semua member EXO, tapi ekspresi kai sunbae tidak bisa aku tebak. Dia tersenyum tipis, sama seperti D.O sunbae dan Kris sunbae yang hanya tersenyum tipis, tetapi senyuman nya berbeda.

Melihat senyumnya yang tidak bisa ku artikan, mengingat kejadian saat pertama kali kita bertemu, dan membayangkan apa yang kyusan ceritakan semalam tentang bagaimana dia kehilangan jepit rambutnya -kai sunbae yang topless- sudah membuat mataku secara tidak sadar mencuri curi pandang untuk melihat wajah kai sunbae lagi dan lagi.

Benar, kai sunbae memang menarik.

-Sehun POV-

Setelah menyampaikan semua yang terlu di sampaikan, presiden lee membolehkan EXO dan hani untuk keluar, semua tampak senang.

“bagaimana kabar mu ?” aku memulai pembicaraan kepada hani saat kami sudah selangkah keluar dari kantor presiden lee.

Sebagai satu satu nya member yang pernah bertemu dengan hani sebelumnya, mungkin akan bagus jika aku membuat hani merasa nyaman berada di dekat kami ber-12. Tidak salah kan ? apa lagi dia akan menjadi model MV kami nanti.

“baik, sunbae sendiri apa kabar ?” hani tersenyum manis menjawab pertanyaanku.

“aigoo~” belum sempat aku menjawab pertanyaan dari hani, baekhyun dan chanyeol hyung sudah berisik menggoda kami.

“hyuung, berhentilah menggoda ku seperti itu. Aku dan hani hanya kenalan, betul kan ?” aku berusaha meminta pembelaan dari yang bersangkutan, hani mengangguk setuju.

-Author POV-

“kyusan-aaah~” hani menepuk pundak kyusan saat melihat kyusan sedang sibuk dengan barang barang di lokernya.

“oh, hani-ah.. bagaimana pertemuannya dengan presiden lee ?”

“semua berjalan dengan lancar, member member EXO juga sangat ramah.”

“waaaah benar kaah ? aigoo, kau sangat beruntung,” kyusan benar benar sangat iri sekarang.

“ne, sehun sunbae member EXO favorite mu terlihat sangat manis,” hani sedikit menggoda sahabatnya.

“aaaa tentu saja, sehun oppa memang selalu terlihat manis,” wajah kyusan memerah sedikit membayangkan kemanisan ‘oppa’nya itu.

“tapi kyusan-ah, kai sunbae terlihat sepertinya tidak menyukaiku atau semacam nya. Dia jarang sekali tersenyum.”

Wajah kyusan berubah seketika saat mendengar nama kai, “kai oppa memang seperti itu, dia sangat datar dan agak dingin. Kau ingat kan cerita ku tadi malam ? tapi dia sebenarnya adalah namja yang baik, kau tenang saja..” kyusan menepuk bahu hani.

“arraseo.. maukah nanti kau memberi tau lebih banyak tentang EXO ?” pinta hani.

“eung ? apa kau sekarang juga menjadi fangirl EXO ? kekeke” kyusan yang sekarang menggoda hani.

“anniyo, aku hanya ingin tau karena aku akan terlibat dengan meraka nanti,” hani mencari alasan.

“oke, tidak masalah. Lalu, sekarang kemana EXO oppa pergi ?”

“mungkin mereka sekarang sudah meninggalkan gedung SM. Bukan kah jadwal mereka padat ? tapi nanti malam aku dan EXO sunbae akan bertemu lagi untuk makan malam.”

“oh ? jinjjayo ? hani-aaaah, biarkan aku ikut dengan mu,” kyusan menarik narik lengan baju hani seperti anak kecil yang sedang minta dibelikan permen oleh ibunya.

Hani mengutuki dirinya yang keceplosan memberi tau kyusan tentang makan malam itu, “tentu tidak bisa kyusan-ah, ini adalah acaranya yang dibuat oleh presiden lee sendiri. Maafkan aku.”

Wajah kyusan seketika berubah menjadi layu.

“baiklah akan ku beri tau dimana nanti kami akan makan malam bersama. Tapi tetap aku tidak bisa mengajak mu masuk,” hibur hani kemudian.

“kyaaa baiklah tidak apa, yang penting aku bisa melihat member member EXO. Nanti aku akan menunggu saja di depan restaurant hehe.”

Hani lega melihat senyuman kembali menghiasi wajah sahabatnya, “lalu bagaimana dengan jepit rambut mu itu ?”

“aku belum menemukannya. Sudah ku tanyakan kepada ahjussi satpam dan office boy, tetapi mereka tidak melihat jepit rambut itu.”

“hm ? kau benar benar menanyakan nya kepada mereka ?” hani melotot mendengar penuturan kyusan.

“tentu saja, apa kau bisa bayangkan bagaimana jadinya bila nanti aku menikah dengan seorang ahjusi ?”

“menikah ? hahahaha,” hani tertawa geli. “jadi kau serius ya, akan menjadikan suami bagi namja yang menemukan jepit rambut itu ?”

“yaaaa ! nam hani ! berhentilah tertawa ! apa aku terlihat sedang bercanda ?”

“anniyo kekeke kau sangat berlebihan, kyusan. Berdo’a saja semoga pria tampan yang menemukan jepit rambut itu,” hani hanya menggeleng gelengkan kepala atas sifat kyusan yang tidak berubah sejak dulu, drama queen.

“sudahlah, sebentar lagi kelas dance akan dimulai, ayo cepat.” Kyusan menutup lokernya.

Hani melepas jepit rambutnya, “ini, pakai lah ini dulu. aku tau kau sangat menyukai jepit rambut itu, lagi pula aku sudah selesai bertemu dengan presiden lee.”

Kyusan tersenyum seraya menerima jepit rambut itu, “kau adalah sahabat terbaikku hani-ah.”

Mereka lalu pergi meninggalkan kamar mandi wanita menuju ruang latihan dance setelah kyusan menyematkan jepit rambut itu di kepalanya dengan sangat manis.

***

-Kai POV-

Van terasa sangat sepi karena member lain sudah terlelap. Ini memang baru jam 8 malam, tapi aktifitas seharian membuat kami kehabisan tenaga. Dan begini lah cara kami beristirahat, tidur di perjalanan. Hanya beberapa orang yang masih terjaga, aku, D.O hyung, sehun, dan lay hyung yang sibuk dengan iPod nya.

Sebentar lagi kami akan sampai di restaurant tempat  makan malam dan kembali bertemu dengan nam hani, jadi mungkin sebaiknya aku tetap terjaga karena sangat tidak enak tidur hanya beberapa menit saja.

Aku mengeluarkan jepit rambut itu dari saku celanaku, ku main mainkan pitanya sambil mengingat ingat lagi wajah nam hani tadi pagi. Entah apa yang sebenar nya sekarang aku pikirkan atau bahkan aku rasakan.

“jongin-ah, apa itu jepit rambut milik nam hani ?” suara sehun membuyarkan lamunan ku.

“hm ? dari mana kau tau ini milik nam hani ?”

“tentu saja aku tau, bukan kah itu yang tadi pagi dia pakai di rambut nya ?”

“haha bagaimana bisa kau mengingatnya ? seperti nya kau begitu memperhatikan nam hani.”

“apa yang sebener nya kau bicara kan ?” air muka sehun kini terlihat serius.

“anniyo, bukan apa apa. Aku menemukan ini di wc, mungkin benar ini milik nam hani.” aku memberikan jepit rambut itu kepada sehun, “tolong kau kembalikan jepit rambut ini kepada nya kalau begitu.”

Tanpa berfikir panjang, sehun menerima jepit rambut itu dan memasukan nya ke dalam kantong sweaternya. Oh Sehun, kau menyukai nam hani. Sudah terlihat jelas.

Aku memalingkan pandangan keluar jedela van, mood ku benar benar hancur sekarang.

***

“kai, jika kau keluar sekarang dan terlihat oleh paparazzi, pasti besok akan ada berita kalau kau sedang ada masalah dengan member lain,” manager hyung terus membujukku untuk bergabung dengan yang lainnya.

“anniyo hyung, sebisa mungkin aku akan keluar restaurant tanpa terlihat oleh paparazi. Aku benar benar tidak enak badan sekarang,” aku tidak mau manager hyung tau bahwa alasan ku ingin pulang adalah karena mood ku yang sedang hancur.

Sudah bisa ku bayangkan bagaimana nanti yang lainnya menggoda sehun dan nam hani, itu sangat membuatku tidak nyaman.

Nam hani sangat tidak berterima kasih kepada siapa yang telah memilihnya, bukan kah ini sebuah lompatan besar untuk karir nya ?

“baiklah kalau begitu, hati hati di jalan,” manager hyung akhir nya membolehkan ku untuk pergi.

“ne hyung.”

-Hani POV-

Aku tidak melihat kai oppa di dalam, maka dari itu setelah menyapa semua member EXO beserta manager nya, aku memilih untuk menyindiri di balkon restaurant sembari menikmati pemandangan langit malam kota seoul. Ah, sudah lama aku tidak menikmati waktu luang seperti ini.

“Hani-ah ?”

Spontan aku melihat ke arah sumber suara, “oh, sehun sunbae.” Aku membungkuk sedikit menunjukan rasa hormatku.

“kenapa kau tidak masuk ? sudah kenyang ?”

“kekeke ne, sudah kenyang.”

“angin nya sangat sejuk disini,” sehun sunbae kembali berbasa basi. Aku hanya mengangguk menyutujui nya.

Selanjutnya, dia mengeluarkan sesuatu dari saku nya, “apa jepit rambut ini milik mu ?”

Aku agak terkejut melihat jepit rambut itu berada di tangan nya, “oh ? bagaimana ini bisa ada pada sunbae ?”

Sehun sunbae memberikan jepit rambut itu kepadaku, kyusan pasti sangat senang jepit rambut nya sudah di temukan dan ternyata yang menemukannya adalah sehun sunbae, “terimakasih sunbae.. terimakasih banyak..”

“tidak perlu berterima kasih, memang seharusnya aku mengembalikan itu kepada pemiliknya.”

“sebenar nya ini bukan milik ku, ini milik sahabat ku kyusan. Dia sangat sedih karena kehilangan jepit rambut ini. kami membelinya sepasang sebagai tanda persahabat kami hehe.”

“oh begitu..” sehun sunbae mengangguk angguk mengerti.

“aku akan memberikan ini kepada nya nanti. Dia pasti sangat senang, terimakasih sunbae..”

“ne,” sehun sunbae tersenyum lagi.

Detik selanjutnya adalah detik yang hening di antara kami berdua sampai aku mengingat sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada sehun sunbae.

“sunbae, aku juga ingin berterimakasih karena sunbae telah memilihku untuk menjadi model MV EXO. Itu sangat berarti untuk ku.”

Namun reaksi sehun sunbae sungguh di luar dugaan ku, “ne ?” dia terlihat bingung. “memilih mu ?”

-Sehun POV-

“ne, aku di beri tahu pelatihku bahwa salah satu member EXO sendiri yang memilihku untuk menjadi model MV ini.”

“jinjjayo ? tapi bukan aku yang memilihmu.”

Salah satu dari kami yang memilih hani untuk menjadi model MV ? siapa ?

“benarkah ? aku kira sehun sunbae yang memilihku,” hani juga terlihat bingung dan bergelut dengan fikiran nya sendiri.

Ada apa ini sebenar nya ?

“apa kau sudah pernah bertemu dengan member EXO lain selain aku ?” tanya ku kemudian.

“ne, kai sunbae. Aku sudah pernah bertemu dengannya sebelum aku terpilih untuk menjadi model MV kalian.”

Kai ? kim jongin ! jadi ternyata aku bukan satu satunya yang pernah bertemu dengan nam hani ? apa dia yang memilih hani sebagai model MV kami ? tapi mengapa dia hanya diam ?

Petanyaan demi pertanyaan lalu muncul di benakku.

“sunbae ?” suara hani menyadarkanku. “apa kai sunbae yang telah memilihku ?”

“aku tidak tau,” jawab ku datar.

“tapi tidak mungkin, karena pertemuan kami waktu itu tidak sampai satu menit.”

Kai, kemana anak itu sekarang ?

-Kyusan POV-

“OMO !” seorang namja bertubuh tinggi menabrakku, membuatku berteriak.

Lagi lagi acara stalking EXO ku terganggu, gara gara dia yang sangat terburu buru berjalan keluar meninggalkan restaurant.

Aku terjatuh ke semak semak pagar restaurant. Aish, sial.

“apa kau tidak punya mata ? mengapa jalan dengan kepala menunduk seperti itu ?” aku mendampratnya.

Tapi seketika aku membelalakan mataku saat tau siapa sebenarnya namja itu. Kai oppa !

“kenapa kau selalu berteriak setiap kali bertemu dengan ku hah ? dan kenapa kau lagi yang ada di depan pintu ?”

“o-oppa..” dengan susah payah aku mengeluarkan suaraku, “a-aku.. fans EXO.”

Tiba tiba seorang pria di sebrang jalan menghujani kami dengan cahaya blitz.

“astaga, itu paparazzi..” kai oppa menarik tanganku berlari ke jalan kecil belakang restaurant.

Sekilas ku lihat pria yang di maksud paparazzi tadi berlari juga mengajar kami, kai oppa terus menarikku ke jalan buntu yang gelap. Kami bersembunyi di balik kayu kayu bekas.

“oppa mengapa kau menarikku ke sini ?” aku benar benar ketakutan sekarang, meski tidak jelas mana yang lebih aku takutkan, gelapnya jalan atau situasi di antara kai oppa dan paparazzi.

“sstt diam,” Perintahnya.

“apa paparazzi tadi akan membuat karir mu hancur ?”

“diam.”

“oppa aku minta maaf, tapi biarkanlah aku pergi. Aku tidak ingin terlibat dalam hal hal yang seperti ini. aku janji tidak akan membuka mulut ku kepada paparazzi, aku akan–” kata kataku seketika terpotong saat kai oppa mencium bibirku. Tepat di bibirku.

Kyaaaaaa apa apaan ini ? kai oppa mencium ku !!

TO BE CONTINUED

KOMEN YA READERS.. Mohon masukan nya ^^

Fangirl (Chapter 2)

Author : Ama Hani (@_hello_hani)

Cast :
Main Cast :
– Kim Jongin a.k.a Kai EXO-K (as himself)
– Oh Sehun EXO-K (as himself)
– Nam Hani (Female OC)
– Jo Kyusan (Female OC)

Other Cast :
– member EXO-K
– member EXO-M
– manager EXO-K/M
– Dll

Genre : Romance

Note : FF ini juga di publish di Blog @EXOfanfic_ID. Say No to Plagiat ^^

 

**Last Chapter

 

Kai menatap layar laptop milik manager hyung lagi.

Nama : Nam Hani
Tempat, Tanggal lahir : Seoul, 05 november 1995
Tinggi : 163cm
Berat : 48Kg

Kai menatap foto milik Nam Hani lekat-lekat.. ‘Yeoja ini…’

————-***——-

-Hani POV-

Aku menutup mulutku yang menganga, bisa kurasakan tanganku bergetar. Mata ku rasanya sudah akan keluar saja. Jantungku berdetak tak karuan, kakiku lemas. Aku seperti kehilangan pijakan dan akan segera terbang.
Setelah mengumpulkan kesadaran, aku akhirnya mampu mengeluarkan kata-kata walaupun terbata-bata, “be..benarkah itu sonsaengnim ??”

Kim Sonsaengnim mengangguk, “Ne, salah satu member EXO sendiri yang memilih mu untuk menjadi model MV mereka.”

Ya tuhan.. ini bukan mimpi kan ??

“Kau harus bertemu dengan mereka besok, sebelum training di mulai. Datanglah jam 11 ke ruang presiden Lee.” Lanjut Kim Sonsaengnim.

“Algeusemnida sonsaengnim. Kamsahamnida, Kamsahamnida.” Aku membungkuk dengan penuh semangat.

Kim Sonsaengnim tersenyum, “ne, Selamat ya Nam Hani, Kau trainee baru di sini. Tetapi prestasi dan perkembanganmu sangat membanggakan. Kau boleh pergi.”

“Kamsahamnida sonsaengnim.”
Aku membungkuk beberapa kali lagi, lalu berlari keluar dari ruangan Kim sonsaengnim.

Tadi aku kira aku melakukan kesalahan saat tiba-tiba Kim sonsaengnim memanggilku seselesainya kelas Dance. Tetapi ternyata…. Kyaaaaaaa…
Aku harus segera memberi tau kyusan.

Aku berlari menuju ruang ganti wanita, kyusan pasti mandi & berganti baju saat aku di panggil tadi.
Benar saja, kudapati kyusan sedang duduk di bangku depan locker nya sambil mengutak-atik smartphone miliknya. Dia sudah berganti baju, dan sudah mandi juga nampaknya, rambutnya setengah basah dan tampak segar.

“Kyusan-aaaa…”
Aku berteriak layaknya anak kecil. Padahal ini sama sekali bukan gayaku.

Antara aku dan kyusan, aku bagaikan ‘Oppa’ walaupun sebenarnya aku seorang yeoja tulen dan Kyusan adalah ‘Yeodongsaeng’nya.

Kyusan menoleh dan menatapku, “hani-ah.. ada apa ? mengapa kau begitu gembira dan bersemangat ?”

Aku duduk di sampingnya sambil terus menatapnya. Aku tidak tau bagaimana harus mengatakan ini.

“Yaaa! Singkirkan wajah menjijikan mu itu !! Kau menatapku sambil tersenyum-senyum seperti itu membuat ku lebih takut dari pada seorang ahjusi yang melakukannya tau !” Kyusan menyemprotku.

Tapi aku masih menatapnya sambil sesekali mengedipkan mataku.

“Ish..” Kyusan tampaknya sangat tidak suka atas perlakuan ku ini. Dia menampar mukaku.
Tidak serius ‘menampar’. Hanya mendorong pipiku kesamping sehingga aku tidak menatapnya lagi. Tapi aku berani bertaruh, pasti saat ini dia benar-benar ingin ‘menampar’ku. Hahahaha…

“Kyusan-aa… aku..”
Aku akhirnya membuka mulut, mulai memberi tau kyusan dengan terbata-bata, berusaha membuatnya penasaran.

“mwo ? kau kenapa ? apa karena Kim Sonsaengnim tadi ?”
Kyusan tidak menatapku, dia memasang jepit rambut di kepalanya.

Itu adalah kembaran jepit rambut yang kyusan berikan kepadaku. Dia membelinya sepasang saat kenaikan kelas.
Dia sering memakainya. Tetapi aku hampir tidak pernah pernah memakainya, hanya aku simpan di kotak penyimpanan barang-barang berhargaku.

“Ne..” jawabku.

“Ada apa ? Cepat ceritakan saja.” Sepertinya Kyusan sudah tidak sabar.

“Aku terpilih untuk menjadi model MV terbaru EXO.” Aku berusaha menahan ke-histerisan ku.

“Whoaahh.. Jinjja??” Kyusan terlihat tak kalah hebohnya.

Aku mengangguk kuat.

“Kyaaaa..” Kyusan memelukku. “Chukhahaeyo hani-ah.. wah, kau harus mentraktirku makan daging malam ini..”

“baiklah, malam ini kita makan di restaurant kesukaanmu, aku yang bayar.” Jawabku tanpa ragu.

Tiba-tiba aku mendapati seorang gadis sedang memperhatikan kami dari pojok jejeran locker. Saat kami bertemu pandang, gadis itu langsung membuang muka, lalu sibuk dengan lockernya.

“Hani-ah.. Cepat mandi dan ganti baju. Sebentar lagi kelas vocal akan dimulai.” Suara Kyusan menyadarkanku.

“eo, keurae. Kau pergilah duluan.” Sahutku.

“Baiklah.” Hani meraih tasnya lalu meninggalkanku.

Ruang ganti sudah sepi, hanya ada beberapa yeoja yang masih berdandan atau hanya sekedar mengobrol dan beristirahat.

Aku membuka Lockerku, mengambil t-shirt, hotpants dan jaket tipis abu-abu kesayanganku. Tidak lupa handuk dan peralatan mandi kilatku.

*

Ruang ganti Wanita benar-benar sudah kosong saat aku Keluar dari kamar mandi / Kamar Shower sebenarnya karena hanya ada 1 shower di setiapnya.

Pasti kelas Vocal sudah di mulai.
Dengan tergesa-gesa aku memasukan handuk dan peralatan mandiku kedalam lockerku, memasukan baju-baju kotor kedalam tas. Memakai BB cream di wajah dan cream tangan dengan cepat lalu segera melesat menuju kelas Vocal.

Aku terlambat. Han Sonsaengnim memarahiku di depan trainee-trainee lain tetapi entah mengapa aku tidak memberikan alasan apapun. Biasanya aku mempunyai sejuta alasan agar tidak di ceramahi agar segera ikut latihan jika terlambat. Wow, mood ku terjaga sangat baik setelah bertemu dengan Kim Sonsaengnim tadi. Aku bahkan mendengarkan ceramah Han Sonsaengnim dengan senang hati.

-Sehun POV-

Aku menyeruput bubble tea ku.
Sebenarnya ini sudah habis tetapi aku tetap menyeruputnya. Air dan Es yang tertinggal menimbulkan suara ‘Sluurrppp Sluurrrppp’ yang cukup keras.

Semua yang ada di ruang latihan dance, Ke-4 hyung ku dan Kai menatapku. Kekekeke.. lihat D.O hyung~ selalu dengan tatapan O_O khasnya.
Aku menyengir.

Tak lama, manager hyung masuk.

“Hyung mengapa lama sekali ? Kami sudah selesai latihan sedari tadi.” Chanyeol hyung langsung menyambut manager hyung dengan suara menggelegarnya.

Manager hyung menepuk-nepuk tangannya beberapa kali lalu mengibas-ngibaskan beberapa lembar kertas yang ia bawa.

“apa itu hyung ?” suho hyung angkat bicara.

Manager hyung duduk di lantai berbaur dengan kami berenam.
“Ini adalah Album pertama Kalian.” Manager hyung menepuk-nepuk dengan bangga kertas-kertas itu.

Sontak saja kami kaget.
Chanyeol hyung dan Baekhyun hyung Paling heboh. Mereka berteriak-teriak layaknya ahjuma yang mengetahui boyband favoritenya yang sudah 10 tahun vakum akan comeback.
Aku dan Suho hyung ada di level ke-hebohan dibawah chanyeol hyung dan baekhyun hyung.
D.O hyung dan kai terlihat sangat tenang, mereka hanya tersenyum-senyum.

“Oke.. oke.. sekarang dengarkan aku dulu..” manager hyung tampak berusaha menenangkan kami terlebih chanyeol hyung dan baekhyun hyung.

“aku dan presiden lee beserta staff lainnya sudah selesai membahas tentang album pertama kalian. Konsep MV, lagu dan segala macamnya.”

“Hyung ! apakah ini model MV kita ?” tiba-tiba chanyeol hyung memotong pembicaraan manager hyung.

Chanyeol hyung dan Baekhyun hyung yang tidak bisa diam itu menemukan sesuatu di antara kertas-kertas yang di bawa manager hyung. Sebuah Foto.

Manager hyung melihat sebentar benda yang di tunjuk Chanyeol hyung. “ne, dia model MV kalian.”

“hmm… lumayan lah… cantik, cantik..” Chanyeol hyung menilai tanpa diminta.

Aku memperhatikan foto yang ada di tangan chanyeol hyung itu. Eh ?

“aku mengenali yeoja ini.” Sahut ku.

“oh? Jinjja?” Baekhyun hyung paling cepat menanggapi pernyataanku di susul dengan pertanyaan ‘jinjja ?’ ‘jinjja ?’ dari chanyeol hyung  dan D.O hyung. Suho hyung, Kai dan manager hyung juga menatapku.

“Ne..” jawabku.

“aigoo.. sehun-aa… siapa dia ?? perkenalkan dia padaku oke ??” cada baekhyun hyung.

Aku tersenyum malu, “aniyoo.. dia bukan siapa-siapa..” jawabku.

“aigoo.. sehun-aa, muka mu memerah..” chanyeol hyung mulai meledekiku.

-Kai POV-

Oh ? ternyata sehun mengenali yeoja itu ?
siapa dia ? Yeoja itu tidak satu sekolah dengan kami.
Aku yakin itu. Jika dia satu sekolah denganku,pasti aku akan familiar dengan wajahnya saat bertemu di toilet waktu itu.
Ish..
bukannya aku cemburu. Aku hanya merasa…….. hei, aku lah yang memilih yeoja itu untuk menjadi model MV kita, seharusnya kalian yang meledekiku.

D.O hyung menatapku, aku merasakannya. Aku menaikan alisku, bermakna ‘apa ?’.
D.O hyung hanya tersenyum. Meledek ku ? aku memutar bola mataku.

Apa ini ? apa sekarang aku dan D.O hyung sudah bisa berkomunikasi tanpa menggunakan mulut atau bahasa sama sekali ??

“Hei.. tenang-tenang..” Manager hyung berusaha mengambil perhatian kami lagi. “Malam ini kalian tidak pulang ke dorm. Kalian akan menetap disini untuk latihan vocal. Besok EXO-M akan datang juga untuk ikut latihan.”

Suasana bertambah gaduh. Sehun terlihat sangat gembira. Luhan hyung, pasti.

Aku gembira, tetapi tidak perlu seheboh itu kan ?

“para trainee sudah pulang.. kalian bisa menggunakan kamar mandi sekarang. Mandilah, aku membawakan kalian baju. Lalu kalian latihan vocal dengan lagu baru, oke ?” manager hyung sudah berhasil mengendalikan kami sekarang.

Chanyeol hyung, Baekhyun hyung, Suho hyung, Sehun, dan D.O hyung langsung melesat pergi keluar ruang latihan dance.

Aku dengan kalemnya menyusul mereka sambil memainkan bibirku dengan telunjuk tangan kananku.

D.O hyung kembali ke ruang latihan, “ayo kai.”

Aku mengangguk.
Manager hyung merangkulku, “apa yeoja itu teman sekelas kau dan sehun ?”

“anniyo.” Jawab ku seperlunya.

“baiklah kalau begitu aku harus ke tempat parkir dulu, mengambil baju ganti kalian di van.” Manager hyung menepuk pundakku, lalu berlalu menuju tempat parkir

Aku, dan D.O hyung berjalan berdampingan menuju kamar mandi. SM buliding sudah sepi sekarang.

D.O hyung kembali memperlihatkan senyuman meledeknya itu. “Mwo hyung ?” kata ku sedikit agak keras.

“siapa sebenarnya dia kai ? kau begitu terlihat mantap saat memilihnya malam itu.” Tanyanya.

Lama lama aku kesal juga, “arrggh, hyung, dia bukan siapa-siapa. Aku hanya… hanya..”
aku tidak tau bagaimana cara menjelaskan ini.

Yeoja itu, yeoja yang terluka di toilet.
Saking kagetnya, aku malah berteriak dan mengusirnya. Tidak seharusnya aku melakukan itu. Semoga dengan aku memilihnya, ini akan membayar kesalahanku.

“hanya apa ?” D.O hyung bertanya lagi.

“sudahlah hyung, ayo mandi” aku menariknya memasuki kamar mandi.

-Kyusan POV-

Berita tentang EXO yang akan mengeluarkan album sudah tersebar kemana-kemana, padahal aku baru memberi tahu temanku sesama stalker sejam yang lalu.
Tapi fans EXO tidak segitu mudahnya percaya akan hal ini. Sekarang, aku yang dituduh sebagai penyebar rumor. Ish, terserah lah.

“Kyusan-a, kalau jalan lihat kedepan, simpan dulu Handphone mu.”

Suara Hani tidak aku pedulikan, aku terus mengamati Layar Handphone ku.

‘EXO-M kembali ke korea sore ini’
Sebuah Berita yang menyertakan beberapa foto EXO-M di bandara tiba tiba membuatku panik.

“Hani-ahh… Hani-ahh.. Kita makan dagingnya besok saja, oke ??” kata ku dengan panik.

Hani ikut panik, “ada apa ? kenapa begitu panik ?”

“aku harus segera ke SM buliding sekarang juga.”

“Apa ada yang tertinggal ?”

“bukan.. itu.. EXO-M.. EXO-M akan segera tiba di Korea, dan pasti mereka akan langsung ke kantor SM. Annyeong..” aku meninggalkan Hani begitu saja di Jalan sendirian. Tidak apa-apa, dia sudah besar.

*

Akhirnya sampai juga di gedung SM. Aku mengatur nafasku yang tersengal sengal setelah berlari lebih dari 200 meter tadi.
Masih banyak ABG yang berkumpul di depan gedung SM.

Aku membetulkan letak tas ku, lalu berjalan dengan tenang menuju Kantor SM.
Ku tunjukan ID card ku sebagai Trainee SM kepada penjaga, lalu baru bisa memasuki SM buliding.
Beberapa Gadis memperhatikan ku, tatapan mereka sungguh membuatku tidak nyaman, tetapi aku berusaha untuk bersikap biasa.

Hmm.. SM building sudah sepi.

Aku berjalan menuju ruang ganti wanita yang bersatu dengan kamar mandi wanita dan toilet wanita. Wajahku berkeringat setelah berlari tadi, aku akan mengambil beberapa kertas minyak dan tissue di lockerku.

Aku mendengar suara dari arah kamarmandi pria.

Benar saja, tiba-tiba pintu kamar mandi pria terbuka.

“Kyaaaa….” Aku berteriak sambil menutup mata dan memalingkan muka.

Ituu… itu… ituu…
Kai Oppa dengan penampilan toplessnya.

TO BE CONTINUED =)

Please Comment ^^

Fangirl (Chapter 1)

Author : Ama Hani

Cast :
Main Cast :
– Kim Jongin a.k.a Kai EXO-K (as himself)
– Oh Sehun EXO-K (as himself)
– Nam Hani (Female OC)
– Jo Kyusan (Female OC)

Other Cast :
– member EXO-K
– member EXO-M
– manager EXO-K/M
– Dll

Genre : Romance

Note : FF ini juga di post di blog nya @EXOfanfic_ID . SAY NO TO PLAGIAT ^^

___________________________

-Author POV-

“Kai, berhentilah mencela fans,” kata Suho.

“Hyung, aku tidak mencela mereka. Aku hanya heran kepada mereka,” bela kai yang duduk dibelakang Suho.

“Bagaimana kau ini. Tanpa mereka, kita tidak akan bisa sukses. Kau seharusnya berterimakasih dan menyayangi mereka,” komentar Baekhyun yang duduk dibagian paling belakang van bersama Chanyeol dan Sehun.

Kai menoleh kebelakang, “arrayo, aku menyeyangi mereka. Oleh karena itu aku tidak ingin mereka lelah mengejar-ngejar kita.”

D.O yang duduk disebelah Kai hanya bisa menonton pembicaraan antara member EXO-K selama perjalanan di dalam van.

“Sudahlah, kalian tidak perlu meributkan masalah kecil seperti ini,” manager EXO-K yang sedang mengendarai van angkat bicara. “Mungkin Kai masih butuh sedikit penyesuaian dengan para fans.”

Kai kembali duduk dengan normal menghadap kedepan.
Van mereka masuk kedalam area parkir SM building.
Sebenarnya mereka ingin segera pulang ke dorm untuk beristirahat. Hari ini sangat melelahkan setelah seharian dikerubuti banyak Fans di acara Fansign tadi.

-Kai POV-

Aku tidak membenci fans. Aku menyayangi mereka.
Tapi kadang aku merasa kasihan kepada fans yang tidak sekolah hanya untuk memotret kami yang keluar dari dorm.

Lalu seperti tadi di COEX pada saat acara fansign, ada seorang gadis dengan manjanya berkata … “Oppa, setiap hari aku tidur pada jam 3 pagi untuk meng-up date berita terbaru dari mu. Aku juga terus memikirkanmu. Oppa… katakanlah sesuatu yang manis untukku~” di akhiri dengan aegyo-nya.

Lalu aku menjawab, “jagalah kesehatanmu, jangan sampai sakit. Dan jadilah orang yang berguna.”
Dia sedikit menjerit, memotret aku beberapa kali, lalu pergi setelah mengatakan ‘Oppa, namaku Kim Yoora, ingat-ingat okay? Saraghaeyoo..’ padaku.

Astaga, bagaimana mereka melakukan itu ?

Aku mengatakan kepada Suho hyung, Baekhyun hyung, Chanyeol hyung, D.O hyung, Sehun dan juga manager hyung bahwa seharusnya para fans tidak berlebihan.
Tetapi, entah mengapa mereka malah mengartikan bahwa aku mencela fans. Ckck.

Mungkin memang aku tidak pandai merangkai kata.
Aku pun kurang paham bagaimana cara mengekspresikan kasih sayang.
Cinta itu membingungkan.

Sudahlah, apapun itu. Aku mencintai kalian, Fans ! ^^

-Sehun POV-

Udara sudah semakin dingin saja. Padahal musim gugur belum selesai, musim dingin akan datang sekitar 2 bulan lagi.

Aku langsung masuk kedalam SM building begitu turun dari van. Di dalam pasti akan lebih hangat karena ada pengatur suhu.
Para fans sibuk memotret kami saat kami sampai tadi, bahkan sebelum turun dari van pun, aku sudah merasa dihujani banyak sorotan kamera dan cahaya blitz.

“Mengapa terburu-buru sehun-ah ?” tanya Kai saat kami sudah memasuki gedung SM.

“Diluar cukup dingin,” jawabku.

“Astaga, seharusnya kita membawa jaket yang tebal untukmu.” Kai merangkulku. Anak ini.

“Hai..hai..hai.. para bintang ku.” Tiba-tiba suara berat menggelegar.

“Presiden Lee..” Suho hyung dan lainnya berlari menghampiri Presiden Lee Sooman. Presiden Lee memeluk kita satu persatu. Beliau tampak ceria dan menyenangkan seperti biasanya.

“Manager Kim, aku ingin bicara sebentar denganmu .” Kata presiden Lee kepada manager hyung dengan serius namun masih dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Presiden Lee dan manager hyung lalu pergi meninggalkan kami di Lobi.

Baekhyun hyung dan Chanyeol hyung langsung duduk di kursi dekat tangga, dan mulai sibuk dengan iPad milik Baekhyun hyung, mereka bermain sebuah game bersama.
Suho hyung sibuk dengan iPod nya sedangkan D.O hyung hanya diam meliarkan pandangannya keseluruh penjuru bangunan.

“Aku ingin ke kamar mandi sebentar,” kata Kai tiba-tiba, lalu meninggalkan kami.

“Kalau begitu aku ingin melihat-lihat trainee yang sedang latihan dance sebentar,” kataku, lalu pergi sendiri menginggalkan hyung-hyungku yang ‘sibuk’.

-Hani POV-

Aku melihat kesekeliling kamar mandi, tidak ada siapa-siapa. Mudah mudahan tidak ada yang masuk. Aku nekat masuk kedalam kamar mandi Pria, karena kamar mandi wanita penuh.

Rambutku setengah basah karena keringat, badanku sangat sakit.
aku membuka bagian belakang bajuku, melihat apakah punggungku terluka, atau tidak. Aku sudah sering jatuh saat latihan dance. Tapi, baru kali ini aku merasakan sakit yang begitu hebat.

Kaki ku terkilir, pergelangannya biru. Lengan kananku jelas-jelas berdarah karena saat aku jatuh, aku mengenai tas seorang trainee lain yang isinya aku tidak tau apa, tapi yang jelas benda yang cukup tajam untuk membuat lenganku mengeluarkan darah. Pungunggku terbanting kelantai cukup keras tadi.

Aku berusaha melihat punggungku, aku membuka bagian belakang t-shirt ku lalu berbalik sehingga aku bisa melihat punggungku dari cermin kamar mandi.

Astaga biru.
Aku tidak ingin terlihat sakit, oleh karena itu tadi aku langsung pergi ke kamar mandi setelah jatuh.

“YAA ! Apa kau gila !?” sebuah suara mengagetkanku.

Aku menutup kembali punggungku, itu… Kim Jongin ! Kai EXO-K.
Suaraku tercekat di tenggorokan, aku tidak dapat berkata-kata.
Kai terlihat.. hmm.. marah ? entah lah.

Aku menutupi lenganku yang berdarah. Aku tidak ingin seorang pun tau kalau aku sedang sakit.

“Apa kau tau ini adalah kamar mandi Pria ?” tanyanya dengan intonasi tinggi.
Aku mengangguk.

“Lalu mengapa kau ganti baju di sini hah ? Pergi !”  katanya lagi.

Aku bergegas mengambil tasku, lalu pergi meninggalkan kamar mandi pria dengan sangat malu.
Sekarang aku sangat.. tidak sehat.

Aku berjalan dengan pincang menuju ruang latihan dance. Bagaimana ini ? hari ini tidak mungkin aku melanjutkan latihan dance, tetapi jadwal latihan dance masih tersisa 1 jam lagi.

Aku melihat seorang namja berdiri di depan ruang latihan dance, di dalam ruang latihan memang banyak orang, tetapi hanya kita berdua yang ada di koridor luar ruang latihan.

Sekarang aku benar-benar bingung, bagaimana kalau namja itu tau kalau aku sakit ?

Aku berhenti berjalan. Tetapi tiba-tiba namja itu menengok ke arahku. Dia tersenyum. Astaga Tuhan ! Itu Sehun ! Tampan sekali..

Aku membalas senyumnya, berusaha terlihat sehat.

“Apa kau juga seorang trainee ?” tanyanya ramah.
Aku mengangguk sambil tersenyum.

“Kalau begitu, kenapa kau tidak masuk ?” tanyanya lagi, masih dengan senyumnya yang memukau.

Aku berjalan kearah Sehun Sunbae.. ngg.. maksudku kearah ruang latihan dance.

“Astaga, ada apa dengan kakimu ? Kau pincang.” Katanya lagi.

Jantungku berdebar keras. Aish, bagaimana ini? Sekarang semua orang akan tau kalau aku sakit.

“Sunbae, tolong jangan bilang siapa-siapa, atau aku akan di suruh pulang dan tidak menjadi trainee lagi jika aku sakit.” Akhirnya aku memohon.

Dia menatapku sebentar, lalu menarik tanganku, “kemari.”

Ternyata dia membawaku kesebuah ruangan yang aku tidak tau ruangan apa ini.

“Ini ruangan manager hyung. Manager EXO-K.” Sehun Sunbae berkata seolah tau apa yang sedang aku pikirkan.
“ah, ini dia.” Dia mengeluarkan sesuatu dari laci meja.

“Ini adalah balm pemberian Presiden Lee saat Kai terluka. Ini sangat mahal. Hehe.” Katanya terkekeh.

Dia menyuruhku duduk di kursi, aku tau ini pasti kursi kerja manager EXO-K. Sehun Sunbae lalu memberikan balm itu. “Tidak perlu aku yang mengoleskannya kan ?” tanyanya dengan senyuman manis itu.

Aku meraih balm itu lalu mengusapkannya pada pergelangan kakiku yang biru.
“itu terlihat sangat sakit.” Komentarnya, aku hanya bisa terdiam, memang sangat sakit.

Aku lalu mencolek sedikit balm itu lagi, lalu memandang ke arah Sehun sunbae. “Apa ?” tanyanya sambil mengangkat kedua alisnya.

“Aku akan memakai balm ini di punggungku. Bisakah sunbae berbalik ? aku bukan tipe wanita yang suka pamer punggung.” Kataku.

Dia tertawa lalu membalikan badannya.

Aku membuka bagian belakang t-shirt ku, lalu mencari-cari mana bagian yang memar.
Aigoo.. susah sekali..

“susah ya ?”

Aku kaget, “Sunbae, kan sudah aku bilang untuk berbalik badan.”

“Kemari biar aku yang pakaikan.”

Dengan sigap, dia mengambil balm itu lalu berdiri di belakangku.
Aku memegangi bagian belakang t-shirt ku.
Sehun Sunbae tertawa lagi, “Hahahaha… aku tidak akan melakukan hal yang macam-macam padamu. Dulu saat aku masih seorang trainee pun, jika aku sakit, aku tidak ingin terlihat sakit. Aku paham betul bagaimana perasaanmu. Sudahlah, cepat buka bagian belakang bajumu.”

Akhirnya, dengan sedikit agak ragu aku membukanya.

“Ya ampun, sebaiknya kau pergi ke doker,”komentarnya sambil memakaikan balm di punggungku.
“Sunbae, berjanjilah untuk tidak memberi tau siapa-siapa.”
“Aku tau,” jawabnya, “sudah.. sekarang kau bisa menutup kembali punggungmu.”

Aku menutup punggungku.
Sehun Sunbae menaruh kembali balm itu di tempat asalnya, lalu tersenyum kepadaku. “Aku harus pergi.”

Aku berdiri dari duduk ku, lalu tersenyum, “Terimakasih banyak sunbae.”

Dia menganguk, “jangan lupa untuk memakai antiseptic di tanganmu yang berdarah itu ya..” lalu dia pergi meninggalkanku.

Aku menepuk jidatku, aku lupa memperkenalkan diri.

-Author POV-

“Ini dia Sehun !” Kata baekhyun saat melihat Sehun datang.

“kemana saja kau ? katamu ingin melihat ke ruang latian dance, tapi mengapa tidak ada di sana ?” tanya Suho.

“maakan aku, tadi aku sedikit ada urusan.” Sehun tersenyum.

“Baiklah, ayo cepat pulang ke dorm, kalian pasti lelah.” Kata manager kim.

-Author POV-

Kyusan membuka pintu kamarnya.
“Kau pulang sangat terlambat, kemana saja kau ?”  tanya Hani, menghentikan latian menyanyinya dan melepaskan headset nya.

“Kau bertanya seperti itu seperti baru mengenalku kemarin,” jawab Kyusan sambil membuka jaketnya lalu melemparnya ke atas kasur.

“Stalking idol lagi ? Kali ini siapa yang menjadi korban stalking mu ?” Hani bertanya seraya memakai headset nya kembali, lalu memilih-milih lagu di iPod nya untuk dia dengar dan di pelajari.

“EXO-K” jawab kyunsan.

Hani sontak melepaskan headset nya kembali, “mwo ?”

“EXO-K, tadi aku pergi ke dorm mereka. Tetapi aku tidak mendapatkan apa-apa.” Kyusan menghela napas lalu membanting tubuhnya ke atas kasur.

Hani tertawa sejadi-jadinya.

“Wae ?” Kyusan menatap Hani bingung.

“Asal kau tau saja, tadi siang EXO-K pergi ke gedung SM. Aku pun sempat bertemu dengan Kai sunbaenim dan Sehun sunbaenim.”

Secepat kilat Kyusan bangun dari rebahannya, matanya melotot seolah berbicara ‘Aku Bisa Saja Membunuhmu’.
“Yaa ! Nam Hani ! Apa kau sahabatku !? mengapa kau tidak memberi tau ku dan membiarkan ku kedinginan di luar dorm EXO-K sampai jam 2 malam begini !?”

“Lalu, apa kau sahabat ku ? meninggalkan ku yang baru saja terjatuh demi idol-idol itu yang bahkan tidak mengenalmu ?”

Kyusan melunak, “Oh… Hani-ah .. mianhae..” dia memegang pundak hani.

Hani tersenyum, “umm.. gwenchana.”

Kyusan lalu duduk di pinggiran kasurnya, menghela nafas kembali.

“sudahlah kyusan-a.. kita ini trainee, sudah sepantasnya kita fokus. Tidak semua orang bisa mempunyai kesempatan seperti kita.” Hani duduk di pinggiran kasurnya.
Kasur Hani dan kasur kyusan jaraknya hanya sebesar meja yang mereka gunakan untuk menaruh lampu tidur dan sebuah photoframe yang dipasangi foto mereka berdua saat liburan bersama di lotte world beberapa tahun silam sewaktu Hani dan Kyusan duduk di bangku SMP.

Kyusan menunduk.

“Aku tau kau seorang Fangirl, tapi coba kau bayangkan jika kau berhasil melewati masa trainee ini dan menjadi idol. Kau akan lebih mudah untuk bertemu idol-idol yang kau sukai itu.”

Kyusan mengangguk pelan, Hani menepuk bahu kyusan, “tidurlah.. kau pasti lelah.”

“Hani-ah.. bagaimana dengan luka mu ? apa kau baik-baik saja ?”

DEG !
“ssttt…” sontak Hani menutup mulut Kyusan. “Jangan keras-keras. Aku tidak mau ada yang tau kecuali kau.”
Kyusan mengangguk paham.

“Baiklah aku akan tidur, jalja..”
Hani lalu menarik selimutnya. Tidur.

*

“Kai-ssi..” D.O memanggil nama kai hati-hati.

“hmm ?” Kai menyahutnya dengan deheman, menandakan dia belum tertidur.

“Kai-ssi..” D.O memanggilnya lagi.

“mwoya ?” kali ini Kai menguarkan sepatah kata.

“aku tidak bisa tidur,” keluh D.O.

“Nado.” Jawab Kai singkat.

D.O bangun dari kasurnya. “Ayo makan, akan ku buatkan bibimbab.”

Kai memiliriknya sejenak, lalu mengalihkan pandangannya ke langit-langit kamarnya lagi, “Shireo.”

“Ayolah..” D.O sepenuhnya bangun lalu menarik Kai menuju dapur.

Di ruang tengah, Kai dan D.O menemui manager mereka sedang berkutat serius dengan laptopnya.
“Oh ? hyung ? mengapa kau belum tidur ?” Kai bertanya dengan muka khasnya.

“Aku masih mempunyai beberapa hal yang harus di selesaikan.”

“Aku akan ke dapur memasak makanan untuk hyung, bagaimana ?” tawar D.O kepada managernya.

“Baiklah. Masakan makanan yang enak, oke ?”

Kai duduk di sebelah managernya, ikut memperhatikan laptop. Terlihat banyak sekali foto beserta bio singkat mengenai orang yang ada di masing-masing foto.
“siapa mereka hyung ?”

“mereka adalah trainee.”

Kai memandangi manager hyung dengan tatapan untuk-apa-mengurusi-mereka.
manager hyung dengan cepat menangkap maksud tatapan kai. “baiklah kai.. akan ku beri tau,”

Manager hyung membetulkan letak kaca matanya, “tadi siang presiden lee memberikan ku data-data trainee-trainee perempuan ini. Aku di minta untuk memilih satu diantara mereka.”

“untuk apa hyung ?” tanya kai.

“untuk model MV terbaru kalian di Full album pertama kalian.”

“whoaa.. jinjjayo ??” Kai terlihat sangat bersemangat.

“Ne..” manager hyung juga terlihat bersemangat.

Kai menatap layar laptop milik manager hyung lagi.

Nama : Nam Hani
Tempat, Tanggal lahir : Seoul, 05 november 1995
Tinggi : 163cm
Berat : 48Kg

Kai menatap foto milik Nam Hani lekat-lekat.. ‘Yeoja ini…’

TO BE CONTINUED…

KOMEN YA, please don’t be a silent reader ^^